2026 Bisa Menjadi Tahun Trump Menghancurkan “China Dream” Xi Jinping

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada awal tahun 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan berbagai langkah besar, termasuk menyerang dua sekutu kuat Beijing—Venezuela dan Iran—yang membuat pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping kehilangan muka. Sejumlah analis menilai bahwa 2026 kemungkinan akan menjadi tahun ketika Trump mulai menghancurkan “China Dream” Xi Jinping.

Penulis kolom Helen Raleigh dari majalah politik online Amerika The Federalist menulis artikel opini berjudul “Trump Sedang Perlahan-lahan Membongkar China Dream Xi Jinping.”

Artikel tersebut menyatakan bahwa sejak naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2012, Xi Jinping secara aktif mempromosikan konsep yang disebut “China Dream”, yaitu visi agar Partai Komunis Tiongkok menggantikan Amerika Serikat sebagai kekuatan super nomor satu di dunia.

Inti dari konsep ini adalah keyakinan bahwa “Timur sedang bangkit dan Barat sedang menurun.” Keyakinan ini membentuk propaganda, pembangunan militer, serta diplomasi keras Beijing selama lebih dari satu dekade. Contohnya termasuk:

Pembersihan Internal di militer Tiongkok

Namun pada tahun 2026, “Impian Tiongkok” Xi Jinping menghadapi pembalikan besar. Pada awal tahun terjadi pembersihan internal yang mengejutkan.

Pada Januari, Xi Jinping mencopot sekutu lamanya sekaligus perwira militer berpangkat tertinggi, Zhang Youxia, dari Central Military Commission. Kejatuhan Zhang dianggap menunjukkan kegelisahan Xi di dalam lingkaran kekuasaannya sendiri.

Artikel tersebut mengatakan bahwa bahkan lingkaran inti Xi pun tidak luput dari pembersihan, yang memunculkan pertanyaan mengenai apakah militer PKT masih dapat mempertahankan persatuan dan kesiapan tempur.

Penangkapan Maduro dan pukulan bagi Beijing

Pada saat yang sama, Trump melakukan operasi mendadak pada awal 2026 dengan menangkap diktator Venezuela, Nicolás Maduro, yang merupakan sekutu terdekat Beijing di Amerika Latin, bersama istrinya.

Dalam operasi tersebut, sistem pertahanan buatan PKT mengalami kegagalan besar, yang menyingkap kelemahan serius dalam teknologi militer PKT dan membuat Xi Jinping kehilangan muka.

Pemerintahan Trump kemudian juga menguasai industri minyak Venezuela, yang mengancam investasi miliaran dolar Tiongkok di negara tersebut serta pasokan minyaknya.

Setelah kejadian itu, dukungan Beijing kepada Maduro hanya berupa pernyataan verbal tanpa tindakan nyata, yang menunjukkan keterbatasan pengaruh Beijing—sekutunya hanya mendapat janji, bukan perlindungan nyata.

Pengaruh PKT di Terusan Panama Melemah

Beberapa hari kemudian, Mahkamah Agung Panama membatalkan kontrak dua pelabuhan di Panama Canal yang sebelumnya dipegang oleh anak perusahaan dari perusahaan Hong Kong CK Hutchison Holdings.

Pada 23 Februari, pemerintah Panama mengambil kembali kendali atas pelabuhan tersebut. Artikel itu menyebut langkah ini sebagai kemenangan kebijakan pemerintahan Trump sejak 2025 untuk mengurangi pengaruh Beijing terhadap Terusan Panama.

Serangan Terhadap Iran dan Dampaknya bagi PKT

Menurut artikel tersebut, pukulan terhadap Xi Jinping mencapai puncaknya pada akhir Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Pada tahap awal operasi tersebut, lebih dari 40 pejabat tinggi rezim Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei, dilaporkan tewas.

Walaupun target utama operasi adalah Iran, dampaknya sangat besar bagi Tiongkok. Sekitar 13%–14% impor minyak laut Tiongkok berasal dari Iran, yang merupakan pemasok minyak terbesar ketiga bagi PKT setelah Russia dan Saudi Arabia.

Seluruh kawasan Timur Tengah dan Teluk Persia, termasuk Iran, menyumbang 40% hingga 50% dari total impor minyak Tiongkok.

Tahun lalu saja, Tiongkok mengimpor sekitar 5 juta barel minyak per hari melalui Strait of Hormuz. Artikel tersebut menyebutkan bahwa dalam waktu hanya dua bulan, Tiongkok kehilangan dua pemasok minyak penting yang bersama-sama menyumbang sekitar 17% dari impor minyaknya.

Tantangan ekonomi dan reputasi militer

Artikel tersebut menekankan bahwa penyusutan pasokan minyak datang pada saat yang sangat buruk bagi Beijing, karena ekonomi Tiongkok sedang menghadapi tantangan besar, seperti:

Masalah semakin parah karena sistem pertahanan udara yang disediakan Tiongkok kepada Iran gagal melindungi Iran dari serangan.

Selain itu, dalam operasi militer AS di Venezuela serta konflik singkat antara Pakistan dan India, senjata buatan Tiongkok juga dilaporkan menunjukkan performa yang kurang memuaskan.

Artikel tersebut menyatakan bahwa Tiongkok mengandalkan ekspor senjata untuk membangun pengaruh geopolitik, terutama di negara-negara Global South, guna menantang dominasi Barat. Namun kegagalan senjata Tiongkok di medan perang dapat merusak kredibilitas Beijing dan prospek penjualan senjatanya di masa depan.

Reaksi Beijing dinilai lemah

Terhadap berbagai peristiwa tersebut, respons Beijing terbatas pada kecaman diplomatik dan seruan gencatan senjata, yang semakin merusak posisi internasionalnya.

Reaksi yang relatif tenang ini menunjukkan pola bahwa Beijing menempatkan kepentingan ekonomi dan keamanan sendiri di atas keamanan sekutunya.

Artikel tersebut menyimpulkan bahwa peristiwa-peristiwa ini menunjukkan banyak kesenjangan dalam ambisi Xi Jinping untuk menjadi kekuatan super.

Partai Komunis Tiongkok masih jauh tertinggal dari Amerika Serikat dalam hal:

Selain itu, Beijing juga belum memiliki kemampuan untuk secara efektif membentuk tatanan internasional atau melindungi mitra-mitranya secara andal.

Karena kelemahan-kelemahan ini, banyak pihak mulai meragukan visi “Impian Tiongkok” yang diklaim oleh Xi Jinping.

Artikel tersebut menutup dengan menyatakan bahwa selama lebih dari satu dekade Xi Jinping bercita-cita menjadikan Tiongkok sebagai negara adidaya, namun tahun 2026 mungkin akan menjadi tahun ketika Donald Trump mulai menghancurkan “China Dream”. (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming F1 GP China 2026: Balapan Siang Ini, Ferrari Ancam Dominasi Mercedes di Shanghai
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Terminal Kampung Rambutan perketat pemeriksaan bus saat arus mudik
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Dubes Iran Tunjukkan Bukti Serangan di Sekolah Perempuan Iran hingga Tewaskan Siswa Berasal dari Pihak AS
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Libur Lebaran 2026 Tak Perlu Jauh-jauh, Anda Bisa Kunjungi 5 Wisata Alam Dekat Jakarta yang Buat Pikiran Fresh
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Mudik 2026, Ini Jadwal Favorit Keberangkatan Kereta dari Jakarta
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.