PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Public Virtue kritik wacana penertiban pengamat yang dilontarkan Presiden Prabowo.
  • PVRI nilai pernyataan Prabowo ancam demokrasi di tengah teror aktivis KontraS.
  • Negara dianggap gagal jamin kebebasan berpendapat akibat retorika penertiban kritik.

Suara.com - Lembaga kajian demokrasi, Public Virtue Research Institute (PVRI), mempertanyakan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai antikritik. Pernyataan tersebut disampaikan hanya dalam hitungan jam setelah insiden penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

PVRI memandang kebebasan berpendapat di Indonesia kini tengah menuju preseden yang semakin mengkhawatirkan.

Direktur Eksekutif PVRI, Muhammad Naziful Haq, menyoroti bahwa belum genap 24 jam setelah tragedi yang menimpa Andrie, Presiden justru melontarkan wacana untuk menertibkan para pengkritik dan pengamat yang dianggap tidak patriotik.

Menurut Nazif, langkah mengotak-kotakkan pengamat berdasarkan loyalitas sangat membahayakan demokrasi karena seolah menjadi isyarat untuk mengeliminasi suara kritis.

“Istilah penertiban dalam sejarah politik Indonesia kenyataannya lebih sering berwujud tindakan represif daripada ketertiban yang sesungguhnya,” ujar Nazif dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026).

Nazif menyayangkan ketidakmampuan penyelenggara negara dalam membedakan antara patriotisme dan kritik kebijakan.

Ia menilai kritik kebijakan seharusnya didasarkan pada data dan sains, bukan sekadar kecintaan submisif kepada negara.

“Negara mengurus hajat hidup orang banyak, sehingga harus dikelola secara kritis. Suara kritis semestinya dilindungi, bukan dimentahkan, apalagi diteror,” tegasnya.

Peneliti PVRI, Zikra Wahyudi, menambahkan bahwa pernyataan Presiden tersebut berpotensi memberi ruang bagi kekerasan terhadap kebebasan berpendapat untuk semakin leluasa.

Baca Juga: Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Selama ini, praktik premanisme politik yang membungkam aktivis sering kali tidak terungkap aktor intelektualnya, menciptakan zona abu-abu yang terstruktur.

“Apakah Andrie dapat dikategorikan sebagai pengamat yang tidak patriotik? Saat ini, kepercayaan publik terhadap pemerintah dan kepolisian telah merosot tajam. Jika pelaku penyerangan Andrie tidak segera ditemukan, maka komitmen negara terhadap demokrasi dan HAM patut dipertanyakan,” ungkap Zikra.

Ia menilai pernyataan Presiden merupakan ancaman serius bagi masyarakat sipil.

“Prabowo menganggap kritik sebagai sebuah kekacauan yang harus ditertibkan. Padahal, yang seharusnya dievaluasi adalah orientasi kebijakan dan tindakan pemerintah itu sendiri,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menuding sejumlah pengamat tidak memiliki sikap patriotik dan mengeklaim mereka mencari keuntungan finansial dari mengkritik pemerintah.

Dalam rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Jumat (13/3/2026), Prabowo menyatakan ada pengamat yang tidak menginginkan keberhasilan pemerintah karena memiliki motif tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Evalube Gelar “My Ramadan My Charity 2026” di Tiga Kota Besar
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
H-3 Lebaran 2026 Diprediksi Ramai, Ini Stasiun Favorit dan Tips Dapat Tiket Kereta Buat Kamu yang Masih Belum Dapat Tiket Mudik!
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Pendidikan Tinggi Islam Hadapi Tantangan di era AI
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cak Imin Usul PNS WFH demi Efisiensi BBM Antisipasi Dampak Perang di Timteng
• 5 jam laludetik.com
thumb
Libur Idulfitri 1447 Hijriah, Pusat Grosir Tanah Abang Tutup 20-26 Maret 2026
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.