Lestari Moerdijat: IPLM Nasional Rendah, Daya Saing Bangsa Terancam

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Indonesia yang rendah merupakan ancaman serius. Khususnya bagi daya saing bangsa di masa depan.

"Bangsa dengan aspek literasi rendah akan tertatih-tatih dalam bersaing di kancah global," tegas Rerie dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 15 Maret 2026.
 

Baca Juga :

25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Arus Mudik di Tol Masih Terkendali

Perpustakaan Nasional (Perpusnas), pada Kamis, 12 Maret 2026, mengungkapkan bahwa IPLM Nasional saat ini berada pada angka 40,6.  Skala penilaian yang dipakai yaitu: Sangat Rendah (0 - 29,9), Rendah (30 - 49,9), Sedang (50 - 79,9), Tinggi (80 - 89,9), Sangat Tinggi (90 - 100).

Dengan skala penilaian 0-100 itu, capaian IPLM Nasional Indonesia masuk kategori rendah. 

Indeks tersebut digunakan Perpusnas untuk menilai usaha pemerintah daerah dalam membina perpustakaan dan meningkatkan budaya literasi. 

Unsur utama yang diukur dalam IPLM itu, antara lain sebaran layanan, koleksi, tenaga perpustakaan, kunjungan, serta keterlibatan masyarakat sebagai acuan menuju Indonesia Emas 2045. 

Rerie berpendapat bahwa  program literasi jangan berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta pegiat literasi, tegas Rerie, wajib diperkuat dengan aksi konkret, bukan sekadar seremoni.


Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Anggota Komisi X DPR itu mendorong agar sebaran layanan perpustakaan bisa sampai desa-desa dan wajib menjadi pusat kegiatan masyarakat, bukan gudang buku. 

Selain itu, tambah dia, dinas pendidikan harus segera mengintegrasikan literasi secara wajib ke dalam kurikulum dan ekstrakurikuler.

Terpenting, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, pemerintah daerah wajib mengawal sejumlah langkah tersebut dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat. 

"Saat ini momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari literasi. Tidak ada kata instan, yang ada adalah kolaborasi yang berkelanjutan," kata Rerie.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Minta Inggris hingga China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
ITS Berangkatkan 27 Bus Mudik Gratis untuk 1.180 Sivitas Akademika ke Berbagai Daerah di Pulau Jawa
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya
• 5 jam lalusuara.com
thumb
LPSK Beri Perlindungan Darurat ke Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Ketiga Operasi Ketupat, Kakorlantas Ungkap Lalin Masih Cukup Terkendali
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.