Penumpang Wanita Diduga Dilecehkan Dosen di KRL Jakarta Kota-Nambo

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Seorang wanita diduga menjadi korban pelecehan seksual saat menaiki KRL Commuter Line relasi Nambo dari Stasiun Tebet pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 21.01 WIB.

Peristiwa tersebut diunggah dan viral di media sosial Instagram @jabodetabek24info. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa kejadian terjadi saat kereta berada di sekitar Stasiun Universitas Pancasila dan mendekati Stasiun Universitas Indonesia.

Dalam narasi unggahan tersebut juga disebutkan bahwa terduga pelaku merupakan seorang dosen di salah satu kampus di Tangerang Selatan.

Baca juga: 16 Petugas Damkar Diterjunkan Evakuasi Remaja yang Panjat Tower 20 Meter di Bekasi

Terpisah, Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi peristiwa tersebut.

Ia mengatakan kejadian itu telah dilaporkan dan ditangani oleh Polres Metro Depok.

Berdasarkan hasil penelusuran, korban diketahui naik dari Stasiun Tebet, sementara terduga pelaku naik dari Stasiun Tanjung Barat. Keduanya berada dalam rangkaian Commuter Line nomor 1530 relasi Jakarta Kota–Nambo.

“Dan (pelaku) diturunkan di Stasiun Universitas Indonesia oleh petugas dalam kereta berkat laporan dan bantuan pengguna lain,” ungkap Leza, Minggu (15/3/2026).

KAI Commuter juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban serta mendampingi proses pelaporan ke Polres Metro Depok untuk penanganan secara hukum.

Sebagai langkah pencegahan, KAI Commuter memasukkan wajah terduga pelaku ke dalam database CCTV analytic agar dapat terdeteksi oleh sistem pengawasan di stasiun maupun di dalam rangkaian KRL.

Baca juga: Pramono Bakal Shalat Id di Istiqlal, Lanjut Open House di Balai Kota Jakarta

“CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas baik di stasiun ataupun di Commuter Line. Kami akan mem-blacklist pelaku agar tidak dapat menggunakan Commuter Line lagi,” jelas Leza.

“KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar saat menggunakan KRL, berani speak up atau dapat melaporkan segala bentuk kekerasan seksual,” lanjut dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Ada (laporannya), namun sudah damai,” terang Made, Minggu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
11.800 Orang Ikut Mudik Gratis PSI, 200 Bus Berangkat dari GBK
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Clift Sangra Cerita Proses Tak Terduga Dapat Peran di Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
• 14 jam laluintipseleb.com
thumb
Sikapi Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Komnas Perempuan: Ancaman Nyata bagi Pembela HAM
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo: Kekayaan Alam Indonesia Milik Bangsa, Bukan Pengusaha
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pesawat Militer AS KC-135 Jatuh di Irak, Seluruh Awak Tewas
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.