FAJAR, JAKARTA — Lampu-lampu megah Jakarta International Stadium kembali bersiap menyala terang pada Minggu malam. Ribuan pendukung tuan rumah diperkirakan akan memadati stadion yang menjadi kebanggaan ibu kota itu. Namun di balik atmosfer besar yang menyelimuti pertandingan pekan ke-25 Liga 1 Indonesia 2025/2026, ada persoalan yang harus dihadapi Persija Jakarta: mereka harus bertarung tanpa sejumlah pemain bernilai tinggi.
Persija dijadwalkan menjamu Dewa United FC dalam laga yang bisa menjadi penentu arah perburuan gelar musim ini. Bagi Macan Kemayoran, tiga poin bukan sekadar target biasa. Kemenangan akan menjaga harapan mereka untuk tetap berada dalam jalur persaingan juara.
Namun situasi tidak datang dalam kondisi ideal.
Tiga pemain penting dipastikan tidak dapat tampil. Jika ditotal, nilai pasar ketiganya mencapai sekitar Rp21,30 miliar—sebuah angka yang menggambarkan betapa besar kekuatan yang harus ditinggalkan Persija di ruang ganti malam itu.
Persaingan Juara yang Semakin Ketat
Musim ini, persaingan papan atas berjalan sangat rapat. Di puncak klasemen sementara, Persib Bandung memimpin dengan 57 poin. Tepat di belakangnya ada Borneo FC Samarinda dengan 53 poin. Persija menyusul di posisi ketiga dengan 51 poin.
Selisih angka tersebut membuat setiap pertandingan terasa seperti final kecil.
Menariknya, pada malam yang sama dua tim teratas itu juga akan saling berhadapan di Stadion Segiri, Samarinda. Duel tersebut membuka peluang besar bagi Persija untuk memangkas jarak poin—dengan satu syarat penting: mereka harus memenangkan pertandingan mereka sendiri terlebih dahulu.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, memahami betul dinamika itu. Namun ia memilih menahan timnya agar tidak terlalu memikirkan hasil pertandingan lain.
Baginya, fokus utama hanya satu: memastikan Persija melakukan tugasnya sendiri dengan sempurna.
Menurut Souza, tidak ada gunanya berharap rival terpeleset jika timnya sendiri gagal meraih kemenangan.
Kehilangan Pemain Bernilai Tinggi
Masalah terbesar Persija jelang pertandingan ini adalah absennya tiga pemain kunci yang selama ini menjadi bagian penting dalam rotasi skuad.
Pemain pertama adalah Alaaeddine Ajaraie. Penyerang asal Maroko tersebut masih menjalani proses pemulihan cedera setelah mengalami masalah fisik pada pertandingan sebelumnya. Dengan nilai pasar sekitar Rp6,08 miliar, Ajaraie merupakan salah satu opsi serangan yang cukup penting bagi Persija musim ini.
Kehilangan berikutnya datang dari lini serang muda, yaitu Mauro Zijlstra. Pemain dengan nilai pasar sekitar Rp1,30 miliar itu belum bisa tampil karena masih berada dalam pemantauan tim medis akibat cedera hamstring.
Satu nama lain yang juga harus menepi adalah Allano Lima. Winger asal Brasil yang memiliki nilai pasar sekitar Rp6,96 miliar tersebut tidak dapat bermain karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
Absennya tiga pemain ini membuat Souza harus menyusun ulang komposisi tim.
Bagi pelatih asal Brasil itu, situasi seperti ini bukan sekadar tantangan taktik, tetapi juga ujian kedalaman skuad.
Momentum bagi Pemain Lain
Di tengah keterbatasan tersebut, Souza justru mencoba melihat sisi lain dari situasi yang dihadapi timnya. Ia percaya bahwa setiap krisis selalu membuka ruang bagi peluang baru.
Tanpa beberapa pemain utama, kesempatan terbuka bagi nama-nama lain untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka.
Bagi sebagian pemain, pertandingan besar seperti ini bisa menjadi panggung pembuktian. Bermain di hadapan puluhan ribu suporter di JIS bukan sekadar pengalaman biasa—itu adalah kesempatan untuk membangun reputasi.
Souza mengaku tetap percaya penuh terhadap skuad yang dimilikinya.
Menurutnya, tim pelatih telah menyiapkan berbagai skenario permainan agar Persija tetap mampu tampil kompetitif meski kehilangan beberapa pemain penting.
Kekuatan Atmosfer JIS
Satu hal yang masih menjadi keunggulan Persija adalah atmosfer kandang. Sejak digunakan sebagai markas utama, Jakarta International Stadium sering menjadi tempat yang tidak ramah bagi tim tamu.
Dukungan suporter—yang dikenal sebagai salah satu basis pendukung paling fanatik di Indonesia—kerap memberikan energi tambahan bagi para pemain di lapangan.
Atmosfer tersebut pula yang diharapkan dapat membantu Persija melewati laga sulit ini.
Ketika permainan mulai berjalan ketat dan tekanan meningkat, sorakan dari tribun sering kali menjadi faktor psikologis yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Pertandingan Penentu Arah Musim
Pertemuan antara Persija dan Dewa United malam itu bukan sekadar duel biasa dalam kalender kompetisi.
Bagi Persija, hasil pertandingan ini bisa menentukan apakah mereka tetap berada dalam jalur perebutan gelar atau justru tertinggal dari dua rival utama di atasnya.
Jika mampu meraih kemenangan, Persija berpeluang memangkas jarak dengan pemuncak klasemen—terlebih jika duel antara Persib dan Borneo FC menghasilkan poin yang terbelah.
Namun jika gagal, tekanan terhadap Macan Kemayoran akan semakin besar di pekan-pekan terakhir musim ini.
Di tengah situasi tersebut, Persija tampaknya hanya memiliki satu pilihan: bermain agresif sejak awal dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Karena dalam persaingan ketat seperti musim ini, satu kemenangan bisa mengubah arah cerita sebuah musim.





