FAJAR, SAMARINDA — Menjelang laga panas antara Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, atmosfer pertandingan tidak hanya dipenuhi tensi persaingan di lapangan. Di balik duel dua tim papan atas Liga 1 Indonesia musim 2025/2026, terselip cerita lama tentang hubungan transfer pemain yang kerap menghubungkan kedua klub.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 15 Maret 2026 itu menjadi lebih menarik karena sejarah “tarik-menarik” pemain antara Pesut Etam dan Maung Bandung kembali mencuat. Dalam beberapa musim terakhir, Persib bahkan bisa dibilang cukup diuntungkan dari keputusan merekrut pemain yang sebelumnya membela klub Samarinda tersebut.
Adam Alis, Transfer yang Berbuah Gelar
Salah satu contoh paling sukses adalah kedatangan Adam Alis. Gelandang berpengalaman itu awalnya bergabung dengan Persib dari Borneo FC dengan status pinjaman.
Namun performanya yang stabil membuat manajemen Persib mengambil keputusan cepat. Ia kemudian dipermanenkan dan mendapatkan kontrak jangka panjang hingga 2027.
Pada musim 2024/2025, Adam Alis langsung memberi kontribusi signifikan. Ia mencatatkan dua gol dan tiga assist dari 33 pertandingan yang dijalani bersama Maung Bandung.
Kontribusi tersebut ikut membantu Persib mempertahankan gelar juara setelah sebelumnya juga menjadi kampiun pada musim 2023/2024. Perannya sebagai gelandang yang mampu menjaga keseimbangan permainan menjadikannya bagian penting dari skema pelatih Bojan Hodak.
Musim ini, pemain berusia 32 tahun itu masih menjadi salah satu pilar utama tim. Hingga pertengahan kompetisi 2025/2026, Adam Alis telah tampil dalam 18 pertandingan dan mencatatkan dua assist dari total 794 menit bermain.
Berguinho, Kreator Serangan Baru
Keberhasilan transfer Adam Alis tampaknya membuat Persib kembali melirik pemain dari Samarinda. Kali ini giliran gelandang kreatif asal Brasil, Berguinho.
Persib resmi mengamankan Berguinho pada 1 Juli 2025 dengan kontrak hingga 31 Mei 2027. Adaptasinya berjalan relatif cepat.
Sepanjang musim 2025/2026, ia telah tampil dalam 19 pertandingan dengan catatan satu gol dan tujuh assist. Total menit bermainnya bahkan mencapai 1.189 menit.
Statistik tersebut menempatkannya sebagai salah satu kreator peluang paling produktif di skuad Persib musim ini.
Bersama Adam Alis, Berguinho membentuk kombinasi lini tengah yang cukup solid—satu menjaga stabilitas permainan, satu lagi menghidupkan kreativitas serangan.
Sejarah Transfer yang Panjang
Hubungan transfer antara kedua klub sebenarnya tidak hanya melibatkan dua pemain tersebut.
Beberapa nama lain juga pernah berpindah antara kedua tim. Misalnya Billy Keraf yang pada musim 2018/2019 dipinjamkan Persib ke Borneo FC.
Di musim yang sama, bek senior Wildansyah juga sempat memperkuat Borneo FC sebelum akhirnya dipermanenkan.
Kemudian pada musim 2021/2022, bek tengah Indra Mustafa meninggalkan Persib dan bergabung dengan Borneo FC dengan status bebas transfer.
Perpindahan pemain bahkan terjadi hingga level akademi. Gelandang muda Jovan Pratama tercatat pindah dari Persib U-18 ke Borneo FC U-20 pada musim 2022/2023.
Sementara pada musim 2024/2025, Aliep Munajat juga mengikuti jejak serupa dengan bergabung ke Borneo FC U-20.
Isu Pembajakan Mariano Peralta
Menjelang penutupan bursa transfer putaran kedua musim ini, satu nama baru mulai ramai dibicarakan di kalangan Bobotoh: Mariano Peralta.
Winger milik Borneo FC tersebut disebut-sebut masuk radar Persib Bandung. Spekulasi berkembang bahwa Maung Bandung bisa saja menebus klausul rilis sang pemain.
Ketertarikan itu dinilai cukup masuk akal. Persib membutuhkan tambahan daya dobrak di sektor sayap untuk menjaga konsistensi permainan hingga akhir musim.
Jika transfer ini benar-benar terjadi, Persib berpotensi membangun poros pemain Argentina yang semakin kuat. Saat ini mereka sudah memiliki dua pemain asal negara tersebut, yakni Patricio Matricardi dan Luciano Guaycochea.
Kehadiran Peralta akan melengkapi poros Argentina dari lini belakang, tengah, hingga depan.
Strategi Poros Pemain di Persib
Dalam beberapa musim terakhir, Persib memang terlihat membangun struktur tim dengan beberapa “poros” pemain.
Selain poros Argentina, terdapat pula poros pemain Indonesia serta kelompok pemain naturalisasi berlatar Belanda seperti Marc Klok, Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Dion Markx.
Ada pula poros pemain Brasil yang dihuni oleh Uilliam Barros, Julio Cesar, Berguinho, dan Ramon Tanque.
Strategi ini dinilai memudahkan adaptasi pemain karena adanya kesamaan bahasa dan budaya, sehingga komunikasi di lapangan dapat terjalin lebih cepat.
Ancaman yang Pernah Terjadi
Menariknya, nama Mariano Peralta sendiri bukan sosok asing bagi Bobotoh. Musim lalu, ia bahkan sempat mencetak dua gol ke gawang Persib ketika masih memperkuat Borneo FC.
Kedua gol tersebut tercipta saat ia bermain sebagai penyerang sayap kiri—meskipun posisi aslinya adalah winger kanan.
Kemampuan bermain di kedua sisi sayap membuatnya menjadi pemain yang cukup fleksibel dalam berbagai skema taktik.
Duel Sarat Cerita
Dengan semua latar belakang tersebut, laga antara Borneo FC dan Persib Bandung di Stadion Segiri bukan sekadar perebutan tiga poin.
Pertandingan ini juga menghadirkan cerita emosional bagi sejumlah pemain yang pernah memperkuat kedua klub.
Jika pemain seperti Adam Alis dan Berguinho kembali tampil gemilang, kisah transfer dari Samarinda ke Bandung bisa kembali dikenang oleh Bobotoh.
Dan di tengah panasnya duel tersebut, satu pertanyaan lain masih menggantung di udara: apakah nama Mariano Peralta akan menjadi bab berikutnya dalam sejarah panjang hubungan transfer antara Borneo FC dan Persib Bandung?





