Istanbul (ANTARA) - Irak pada Sabtu (14/3) memerintahkan peningkatan kesiapan tempur untuk mengamankan perairan teritorialnya dan melindungi pelabuhan minyak dan komersial.
Angkatan Laut Irak menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komandannya, Mazen Abdul Wahid Kabyan, melakukan inspeksi yang mencakup Pelabuhan Grand Faw di Irak selatan dan pasukan perlindungan pelabuhan.
Kabyan juga meninjau dua kapal tanker minyak yang diserang awal pekan ini di fasilitas pemecah gelombang yang terhubung ke pelabuhan dan di saluran Khor Abdullah di provinsi Basra.
Pada Rabu, media Irak melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak asing menjadi sasaran di perairan teritorial Irak dekat Pelabuhan Basra, menyebabkan kebakaran pada kedua kapal tersebut.
Kabyan memerintahkan peningkatan kesiapan tempur untuk mengamankan perairan teritorial Irak dan melindungi pelabuhan minyak dan komersial, menggambarkannya sebagai "urat nadi ekonomi Irak," menurut Kantor Berita Irak.
Ketegangan regional telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, yang menurut Iran menargetkan "aset militer AS."
Sumber: Anadolu
Angkatan Laut Irak menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komandannya, Mazen Abdul Wahid Kabyan, melakukan inspeksi yang mencakup Pelabuhan Grand Faw di Irak selatan dan pasukan perlindungan pelabuhan.
Kabyan juga meninjau dua kapal tanker minyak yang diserang awal pekan ini di fasilitas pemecah gelombang yang terhubung ke pelabuhan dan di saluran Khor Abdullah di provinsi Basra.
Pada Rabu, media Irak melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak asing menjadi sasaran di perairan teritorial Irak dekat Pelabuhan Basra, menyebabkan kebakaran pada kedua kapal tersebut.
Kabyan memerintahkan peningkatan kesiapan tempur untuk mengamankan perairan teritorial Irak dan melindungi pelabuhan minyak dan komersial, menggambarkannya sebagai "urat nadi ekonomi Irak," menurut Kantor Berita Irak.
Ketegangan regional telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, yang menurut Iran menargetkan "aset militer AS."
Sumber: Anadolu





