Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal menjalani operasi mata di RSCM pada Jumat (13/3) siang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Anis Hidayah, saat menjenguk Andrie ke RSCM. Anis menyebutkan, berdasarkan keterangan dokter, Andrie menjalani operasi sekitar satu jam.
"Kalau informasi dokter kan satu jam, tapi kayaknya pas hari itu operasinya lebih dari satu jam gitu," ucap Anis saat dihubungi kumparan, Minggu (15/3).
Anies mengatakan operasi yang diperoleh oleh Andrie merupakan yang pertama. Pasca-operasi, kata Anis, Andrie harus mendapatkan penanganan intensif dan belum bisa dijenguk.
"Pasca-operasi itu tidak bisa ditemui memang. Jadi pasca-operasi mata, dia harus ditempatkan di ruang rawat intensive, harus steril," tutur Anis.
Anis menyebutkan kunjungan Komnas HAM pada saat itu untuk memberikan dukungan kepada keluarga Andrie Yunus dan juga KontraS. Anis mengatakan, pihak Komnas HAM akan mengagendakan permintaan keterangan terhadap keluarga dan KontraS mengenai peristiwa ini.
"Kami belum meminta keterangan apa-apa karena kedatangan kami itu kan untuk memberikan dukungan ya pada keluarga gitu. Dan memang masih sedang akan dijadwalkan nanti permintaan keterangan dari Kontras, dari keluarga gitu," ungkap Anis.
Andrie Yunus dikabarkan mengalami luka bakar 24% akibat reaksi peradangan dari cairan keras yang mengenai kulit. Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina menyebutkan luka tersebut didominasi pada area wajah.
"Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada," ungkap Jane saat dimintai keterangan, Sabtu (14/3).
"Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan," ucapnya.
Prabowo Minta Kapolri Usut Tuntas
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi terhadap peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Prabowo disebut telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus itu.
"Saat ini saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," kata Sigit di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3).
Sigit memastikan, pengusutan perkara ini akan dilakukan secara scientific crime investigation. Hingga kini, proses pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi masih dilakukan.
"Yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini, kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," ujarnya.





