MHH Muhammadiyah Kawal Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan siap memantau dan mengawal pengusutan kasus penyiraman diduga air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia (HAM), Andrie Yunus. Pada Kamis (12/3/2026) malam, pegiat Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) tersebut menjadi korban kekerasan. Ketika itu, ia sedang dalam perjalanan pulang usai mengisi siniar (podcast) bertajuk ”Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) Jakarta.

Ketua MHH Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Trisno Raharjo menegaskan, publik menunggu Kepolisian RI (Polri) dapat mengusut secara transparan dan tuntas kasus ini hingga pengungkapan siapa dalang di balik teror tersebut.

Baca Juga
  • Kakorlantas: Korban Jiwa Kecelakaan Saat Mudik Turun 45 Persen
  • Darurat Kasus Bunuh Diri Anak, Pakar Soroti Bonding Orang Tua
  • MUI Desak Polisi Tangkap Segera Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Ia mengingatkan, jika kasus ini tidak ditangani secara terbuka dan tuntas, dampaknya dapat merusak iklim demokrasi serta menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat sipil. Meski demikian, Trisno meyakini, kelompok masyarakat sipil tetap akan bersuara kritis terhadap berbagai kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip-prinsip hukum yang baik.

"Kasus ini harus dapat diungkap dengan baik sampai (mengungkap siapa) aktor intelektualnya. MHH PP Muhammadiyah siap memantau dan mengawal kasus ini," ujar Trisno Raharjo kepada Republika pada Sabtu (14/3/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pihaknya berharap, aparat kepolisian dapat segera dapat menangkap pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus. Menurut Trisno, tidak ada kendala berarti dalam pengusutan ini, terutama dengan dukungan rekaman video kejadian perkara.

"Saya tidak melihat kasus ini sulit diungkapkan. Tinggal kesungguhan dan kemauan untuk menangkap pelakunya. Saya juga berharap, Presiden mengambil langkah tegas untuk memastikan kepolisan bekerja dengan baik," tukas Trisno.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
KPK Tetapkan Bupati Cilacap Tersangka, Sebut Bukti sudah Cukup!
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kota Ini Naikkan Pajak Turis 2 Kali Lipat Demi Atasi Krisis Perumahan
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Panglima TNI Bersama Kapolri Tinjau Fasilitas Pelabuhan Merak
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Imbau Pengunjung Taman Bendera Pusaka Manfaatkan Transportasi Umum
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.