Cuaca Periode Lebaran Didominasi Berawan hingga Potensi Hujan Sedang

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprakirakan secara umum kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia relatif kondusif selama periode libur lebaran 2026. Meski demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di beberapa wilayah.

Pelaksana harian Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ida Pramuwardani, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (15/3/2026) menyampaikan, prakiraan cuaca di Indonesia pada periode Lebaran 2026 didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan sedang.

“Peluang hujan lebat terdapat di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan,” tutur Ida.

BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengendara kendaraan bermotor terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan/atau petir serta angin kencang yang bisa mengganggu kelancaran perjalanan selama periode mudik Lebaran.

Ida mengatakan, kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas. Khususnya, perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.

Sebelum memulai perjalanan, masyarakat diimbau menyiapkan perlengkapan darurat, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, dan memastikan kondisi rumah aman dari potensi risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan.

Melalui keterangan tertulis, Pelaksana tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.

Kondisi tersebut juga diikuti oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026. Hal itu turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah. Situasi ini dipengaruhi pula oleh kelembapan udara yang relatif tinggi dan kondisi atmosfer yang cukup labil.

Andri menyampaikan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur. Pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga dapat terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

Pada sektor penerbangan, BMKG mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Peluang kemunculan awan ini diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen. Artinya, awan hujan berpotensi muncul cukup sering sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.

Baca JugaCuaca Panas Terik di Yogyakarta

BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua. Hal itu dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut.

“Masyarakat pesisir di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” ujar Andri.

Informasi resmi

Menjelang periode mudik Lebaran, BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan masyarakat agar tenang, tetapi waspada dalam menyikapi perkembangan cuaca selama mudik. Ia menekankan pentingnya merujuk pada sumber informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Baca JugaCuaca di Awal Mudik, BMKG: Waspadai Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

“Kesiapan masyarakat dalam memantau pembaruan prakiraan cuaca menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan yang aman dan nyaman,” jelas Faisal. Adapun kanal informasi BMKG, antara lain laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg.

Secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto berharap, pemudik berangkat dalam keadaan sehat, baik secara fisik maupun kendaraan yang akan digunakan. Pemudik diimbau mengunduh aplikasi atau Platform InaRISK BNPB guna mengetahui potensi bencana di wilayah yang akan dilalui dan dituju.

InaRISK BNPB juga memiliki menu khusus Peta Jalur Mudik Aman Bencana pada tautan inarisk.bnpb.go.id/jalurmudik2026/. Hal ini sebagai salah satu upaya bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri dan waspada terhadap ancaman bencana yang mungkin terjadi.

Suharyanto mengungkapkan, BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan bersiaga di posko mudik gabungan yang ada di daerah. Alhasil, jika terjadi bencana, mereka sudah bersiaga dan akan bergerak cepat ke lokasi. Para pemudik juga dapat beristirahat di posko tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK: Bupati Cilacap Butuh Rp515 Juta untuk THR Polisi hingga Jaksa
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Operasi Modifikasi Cuaca Tahap Pertama di Riau Selesai, 35 Ton Garam Disebar untuk Tekan Kebakaran Hutan dan Lahan
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Infografis Serba-serbi Itikaf di Bulan Ramadhan
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Emas di Pegadaian Turun H-5 Lebaran
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Indonesia, Jepang sepakati kerja sama mineral kritis dan energi nuklir
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.