Bisnis.com, JAKARTA — Stafsus Wapres Gibran Rakabuming Raka, Achmad Aditya mengecam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Achmad menyatakan bahwa peristiwa itu bertentangan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto yang mengarahkan kepada jajarannya agar selalu menjamin kebebasan berpendapat. Andrie Yunus, lanjutnya, berhak mendapat keadilan atas peristiwa nahas yang menimpanya itu.
"Saya mengutuk peristiwa penyiraman air keras kepada Andrie Yunus. Hal ini tidak boleh terjadi karena negara, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, menjamin kebebasan penyampaian pendapat dan berkegiatan sebagai bagian dari demokrasi yang dijamin oleh undang-undang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Dia menambahkan, pemerintah akan mengusut tuntas perkara ini agar kejadian penyerangan air keras terhadap masyarakat, khususnya aktivitas HAM tidak terulang.
Di samping itu, Achmad mengemukakan bahwa negara bertanggung jawab untuk memberikan rasa adil dan ruang demokrasi kepada semua pihak.
"Saudara Andrie Yunus berhak mendapatkan keadilan atas tindak kekerasan yang sudah diterima," katanya.
Baca Juga
- PBB Soroti Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras, Desak Pelaku Diadili
- Detik-detik Aktivis Kontras Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
- Kronologi Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Kontras Andrie Yunus
Adapun, Stafsus Gibran lainnya yakni Tina Talisa memastikan Andrie Yunus memperoleh penanganan dan pemulihan medis secara optimal atas kejadian ini.
"Pemerintah memastikan bahwa korban memperoleh penanganan medis dan dukungan pemulihan yang diperlukan, sekaligus terus memantau perkembangan proses penegakan hukum yang sedang berlangsung," ujar Tina.
Sekadar informasi, insiden penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar 23.37 WIB. Kala itu, dia telah mengikuti kegiatan penyiaran untuk membahas soal Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di kantor YLBHI, Jakarta
Kemudian, saat dalam perjalanan melintasi Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat. Tiba-tiba, Andrie Yunus mendapatkan serangan dengan menggunakan air keras oleh orang tidak dikenal yang mengendalikan sepeda motor.
Alhasil, kejadian itu telah memberikan luka fatal bagi Andrie Yunus. Dalam hal ini, setidaknya sejumlah tubuh korban yang mengalami luka yakni area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata dengan total luka bakar 24%.





