Kupang, NTT (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johanis Asadoma menilai atraksi budaya Pasola Gaura di Sumba Barat berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat daerah melalui pengembangan pariwisata dan pemasaran produk lokal.
"Selain sebagai atraksi budaya, Pasola juga memiliki potensi besar untuk mendongkrak ekonomi masyarakat," katanya di Sumba Barat, NTT, Minggu.
Menurut Asadoma, ke depan kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebagai peluang bagi masyarakat untuk memasarkan produk lokal seperti makanan, minuman, maupun tenun khas daerah.
Pelaksanaan Pasola, yang sudah menjadi tradisi masyarakat di Pulau Sumba, khususnya di Desa Lamboya, Kabupaten Sumba Barat itu, sejak pagi sudah diguyur hujan dan kondisi jalan menuju lokasi menjadi becek dan licin, namun ribuan masyarakat tetap antusias memadati lapangan untuk menyaksikan tradisi adu ketangkasan berkuda tersebut.
Pasola merupakan tradisi adat masyarakat Sumba yang menampilkan ketangkasan para penunggang kuda yang saling melempar lembing di arena terbuka.
Tradisi budaya ini merupakan ritual adat sebagai ungkapan syukur kepada leluhur serta simbol keharmonisan antara manusia, alam, dan tradisi.
Asadoma mengaku bangga karena dapat menyaksikan secara langsung atraksi Pasola untuk pertama kalinya.
"Selama ini saya hanya melihat Pasola melalui media, tetapi hari ini saya datang langsung untuk menyaksikannya," ujarnya.
Ia menegaskan tradisi Pasola merupakan warisan budaya leluhur yang telah dijaga masyarakat Sumba selama ratusan tahun dan harus terus dilestarikan.
"Tradisi ini hanya ada di Sumba dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumba, masyarakat NTT, bahkan Indonesia. Warisan leluhur ini harus terus kita jaga dan perkenalkan kepada dunia," katanya.
Selain itu, Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pasola agar kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik sebagai atraksi budaya yang bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Sumba Barat agar ke depan dapat melakukan penataan arena Pasola secara lebih baik, termasuk pembangunan tribun bagi penonton serta penetapan batas yang jelas antara arena pertandingan dan area penonton.
Sementara itu, salah seorang tokoh adat, Laihakodhi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur NTT, yang menyaksikan langsung atraksi Pasola bersama masyarakat.
"Ini warisan nenek moyang yang kami jaga sampai hari ini. Semoga Pasola Gaura dapat terus dilaksanakan dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga menjelaskan di Kabupaten Sumba Barat terdapat tiga lokasi pelaksanaan Pasola, yakni Laboya, Wanokaka, dan Gaura.
Atraksi Pasola Gaura tahun ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Wisatawan asal Jerman Herman Bierhof, mengaku terkesan dengan kekayaan budaya yang dimiliki Nusa Tenggara Timur tersebut.
"Pertandingannya sangat seru. Tradisi di sini luar biasa, budayanya masih sangat kuat dan alamnya sangat indah," katanya.
Baca juga: Kepala Staf Kepresidenan buka Festival Pasola di Sumba
Baca juga: Tarik wisatawan, Sumba Barat lengkapi fasilitas tonton atraksi pasola
Baca juga: Nyale dan Pasola Sumba yang mendunia
"Selain sebagai atraksi budaya, Pasola juga memiliki potensi besar untuk mendongkrak ekonomi masyarakat," katanya di Sumba Barat, NTT, Minggu.
Menurut Asadoma, ke depan kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebagai peluang bagi masyarakat untuk memasarkan produk lokal seperti makanan, minuman, maupun tenun khas daerah.
Pelaksanaan Pasola, yang sudah menjadi tradisi masyarakat di Pulau Sumba, khususnya di Desa Lamboya, Kabupaten Sumba Barat itu, sejak pagi sudah diguyur hujan dan kondisi jalan menuju lokasi menjadi becek dan licin, namun ribuan masyarakat tetap antusias memadati lapangan untuk menyaksikan tradisi adu ketangkasan berkuda tersebut.
Pasola merupakan tradisi adat masyarakat Sumba yang menampilkan ketangkasan para penunggang kuda yang saling melempar lembing di arena terbuka.
Tradisi budaya ini merupakan ritual adat sebagai ungkapan syukur kepada leluhur serta simbol keharmonisan antara manusia, alam, dan tradisi.
Asadoma mengaku bangga karena dapat menyaksikan secara langsung atraksi Pasola untuk pertama kalinya.
"Selama ini saya hanya melihat Pasola melalui media, tetapi hari ini saya datang langsung untuk menyaksikannya," ujarnya.
Ia menegaskan tradisi Pasola merupakan warisan budaya leluhur yang telah dijaga masyarakat Sumba selama ratusan tahun dan harus terus dilestarikan.
"Tradisi ini hanya ada di Sumba dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumba, masyarakat NTT, bahkan Indonesia. Warisan leluhur ini harus terus kita jaga dan perkenalkan kepada dunia," katanya.
Selain itu, Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pasola agar kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik sebagai atraksi budaya yang bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Sumba Barat agar ke depan dapat melakukan penataan arena Pasola secara lebih baik, termasuk pembangunan tribun bagi penonton serta penetapan batas yang jelas antara arena pertandingan dan area penonton.
Sementara itu, salah seorang tokoh adat, Laihakodhi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur NTT, yang menyaksikan langsung atraksi Pasola bersama masyarakat.
"Ini warisan nenek moyang yang kami jaga sampai hari ini. Semoga Pasola Gaura dapat terus dilaksanakan dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga menjelaskan di Kabupaten Sumba Barat terdapat tiga lokasi pelaksanaan Pasola, yakni Laboya, Wanokaka, dan Gaura.
Atraksi Pasola Gaura tahun ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Wisatawan asal Jerman Herman Bierhof, mengaku terkesan dengan kekayaan budaya yang dimiliki Nusa Tenggara Timur tersebut.
"Pertandingannya sangat seru. Tradisi di sini luar biasa, budayanya masih sangat kuat dan alamnya sangat indah," katanya.
Baca juga: Kepala Staf Kepresidenan buka Festival Pasola di Sumba
Baca juga: Tarik wisatawan, Sumba Barat lengkapi fasilitas tonton atraksi pasola
Baca juga: Nyale dan Pasola Sumba yang mendunia





