Perusahaan motor listrik Indomobil eMotor mengungkap salah satu modelnya saat ini menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan. Dari beberapa produk yang sudah dipasarkan, model bergaya adventure, Tyranno disebut menempati posisi teratas.
Chief Executive Officer (CEO) Indomobil eMotor Internasional, Pius Wirawan, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan memiliki empat model motor listrik, yakni Adora, Sprinto, Tyranno, serta QT.
“Kalau saat ini kita bicara empat produk itu, sebetulnya QT kita masih fase distribusi. Jadi kita bisa kategorikan tiga model dulu, Adora, Sprinto, dan Tyranno,” ujar Pius, saat ditemui di Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, dari tiga model tersebut, Tyranno menjadi motor listrik dengan penjualan paling besar saat ini. Pius menyebut kontribusi model tersebut bahkan mencapai sekitar 40 persen dari total penjualan perusahaan.
“Di posisi pertama itu Tyranno. Mungkin saat ini Tyranno itu sudah 40 persen lebih,” ujarnya.
Di bawah Tyranno, posisi berikutnya ditempati oleh Adora yang merupakan model pertama yang dipasarkan oleh Indomobil eMotor. Karena hadir lebih awal di pasar, jumlah unit yang beredar pun masih cukup dominan dibandingkan model lain.
Sementara itu, Sprinto juga mulai menunjukkan tren peningkatan peminat. Meski baru diperkenalkan pada November dan pengiriman unit dimulai pada Desember, Pius menilai model tersebut memiliki segmen pasar tersendiri yang terus berkembang.
“Adora dan Sprinto itu sebetulnya kalau secara jumlah masih lebih banyak Adora. Tapi karena Sprinto ini kan baru, baru November dan kita baru mulai delivery di Desember. Jadi tidak apple to apple membandingkannya,” ujarnya.
Pius menilai setiap model yang dimiliki perusahaan dirancang untuk saling melengkapi kebutuhan konsumen dengan karakter yang berbeda. Hal tersebut membuat setiap produk memiliki pasar tersendiri di kalangan pengguna motor listrik.
Ia bahkan menceritakan pengalaman menarik saat menghadiri pameran Indonesia International Motor Show, ketika satu keluarga membeli beberapa model berbeda dari Indomobil eMotor karena masing-masing anggota keluarga memiliki preferensi desain yang berbeda.
“Contohnya kemarin di IIMS ada sebuah keluarga. Ibunya membelikan anaknya QT untuk motor listrik ke sekolah. Tapi kemudian ayahnyanya melihat Tyranno dan tertarik. Dua hari kemudian saudaranya membeli Sprinto,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Pius menilai pasar sepeda motor di Indonesia masih sangat besar untuk digarap, termasuk bagi kendaraan listrik. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa dan puluhan juta kepala keluarga, satu keluarga bahkan bisa memiliki lebih dari satu sepeda motor.
Karena itu, ia optimistis penerimaan masyarakat terhadap motor listrik akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, kontribusi motor listrik di pasar sepeda motor nasional masih relatif kecil.
“Sekarang market motor listrik ini masih kecil, paling sekitar satu persen dari total market sepeda motor di Indonesia,” ujarnya.
Ke depan, perusahaan juga berkomitmen memperluas jaringan penjualan dan layanan guna mendukung pertumbuhan pasar tersebut. Hingga saat ini, jumlah jaringan Indomobil eMotor disebut sudah meningkat cukup signifikan dibandingkan saat pertama kali peluncuran.
“Pada saat launching itu sekitar 80 jaringan, sekarang sudah 143. Jadi memang komitmennya luar biasa untuk penambahan jaringan,” kata Pius.
Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap produk motor listriknya dapat semakin diterima oleh masyarakat luas. Pius bahkan menyebut pihaknya menargetkan kontribusi penjualan motor listrik Indomobil eMotor dapat terus meningkat di masa mendatang.





