- Menhub imbau pemudik manfaatkan kebijakan WFA guna hindari puncak kemacetan Lebaran.
- Kebijakan bekerja dari mana saja diharapkan mampu meratakan distribusi waktu mudik.
- Kemenhub waspadai lonjakan pemudik dan aktivitas warga di jalur Pantura Indramayu.
Suara.com - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja dalam mengatur jadwal perjalanan mudik Lebaran 1447 H.
Fleksibilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat memilih waktu keberangkatan yang lebih awal sehingga kepadatan lalu lintas di puncak arus mudik dapat ditekan.
"Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan memanfaatkan kebijakan WFA. Dengan begitu, distribusi waktu mudik bisa lebih merata dan potensi kemacetan parah dapat dikurangi," ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Penerapan kebijakan WFA ini bertepatan dengan masa libur Lebaran tahun ini yang tergolong cukup panjang.
Periode libur dan cuti bersama dijadwalkan berlangsung selama sekitar dua pekan, yakni mulai 14 hingga 29 Maret 2026.
Rentang waktu tersebut mencakup libur nasional Hari Raya Idulfitri serta hari raya Nyepi.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi mobilitas masyarakat selama periode Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 143,9 juta orang.
Namun, merujuk pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemudik aktual sering kali melampaui hasil survei tersebut.
Data terbaru dari Jasa Marga menunjukkan arus lalu lintas pada hari ini sudah mulai meningkat sebesar 14 persen dibandingkan hari normal.
Baca Juga: Pagi Buta, Menhub Dudy Purwagandhi Sidak Kendaraan Berat
Selain fokus pada pengaturan volume kendaraan, pemerintah juga mewaspadai potensi hambatan lalu lintas akibat aktivitas warga di sekitar jalur mudik.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah aktivitas menyapu koin di jalur Pantura, kawasan Kalisewo, Indramayu.
Menhub mendesak agar kegiatan yang membahayakan keselamatan jiwa tersebut segera dihentikan.
"Kami sangat mengkhawatirkan keselamatan warga yang beraktivitas di pinggir jalan raya kawasan Kalisewo tersebut. Kami meminta kegiatan tersebut tidak dilanjutkan demi keamanan bersama," tegas Dudy.




