Cek MagangHub di Lapas Sukamiskin, Sekjen Kemnaker Pastikan Pemagang Dibekali Skill Kerja

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi meninjau langsung Program Pemagangan Nasional (MagangHub) di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jumat (13/3/2026). 

Kemnaker menegaskan program pemagangan menjadi salah satu upaya strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil, berpengalaman, dan siap memasuki dunia kerja. 

BACA JUGA: Kemnaker Tegaskan Mudik Bersama Bentuk Investasi Perusahaan Menjaga Produktivitas Pekerja

Cris mengatakan, pemagangan memberi kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan keterampilan sekaligus pengalaman kerja nyata yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. 

“Program pemagangan nasional menjadi salah satu cara efektif untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja. Dunia usaha dan industri juga menyambut program ini dengan sangat antusias,” kata Cris. 

BACA JUGA: 1.565 Calon Ahli K3 Lulus Evaluasi Teori, Kemnaker Sampaikan Harapan Ini

Menurutnya, pengalaman kerja menjadi salah satu tantangan utama bagi lulusan baru diploma maupun sarjana saat memasuki pasar kerja. 

Tidak sedikit pengumuman atau informasi lowongan kerja yang mensyaratkan pelamar telah memiliki pengalaman, sementara banyak lulusan baru belum memiliki bekal tersebut.

BACA JUGA: Posko THR & BHR Kemnaker Terima 1.134 Konsultasi, Layanan Aduan Mulai Dibuka Hari Ini

“Dalam banyak informasi lowongan kerja, sering kali dicantumkan syarat memiliki pengalaman. Sementara, lulusan diploma atau sarjana yang baru menyelesaikan studi umumnya belum punya pengalaman kerja," 

"Karena itu, Program Pemagangan Nasional selama enam bulan ini penting, karena memberi mereka pengalaman nyata yang nantinya bisa dicantumkan dalam CV dan menjadi bekal untuk masuk ke dunia kerja,” ujarnya. 

Dia menambahkan Program Pemagangan Nasional yang saat ini berjalan diperkirakan selesai pada April hingga Juni 2026. 

Setelah itu, Kemnaker akan kembali membuka program MagangHub dengan skala yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja.

“Kami akan membuka kembali program pemagangan nasional dengan skala yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan,” tuturnya. 

Tak hanya itu, Kemnaker akan memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi serta balai pelatihan vokasi dan produktivitas agar pelaksanaan program pemagangan ke depan makin efektif. 

Dalam kunjungan tersebut, Cris disambut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, bersama Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono. 

Fajar menilai program pemagangan bersama Kemnaker sangat membantu proses pembinaan di lapas. 

Program ini juga memberi peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang berguna saat kembali ke masyarakat. 

“Program ini sangat membantu kegiatan pembinaan di pemasyarakatan sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Fajar. 

Dalam kesempatan itu, Cris juga berbincang langsung dengan peserta MagangHub. Salah satunya Anggi dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung. 

Lulusan Universitas Padjadjaran itu mengikuti pemagangan di sektor peternakan. Anggi mengaku senang bisa mengikuti program tersebut. 

Dia mengatakan pemagangan di lapas memberinya pandangan baru tentang kehidupan di lembaga pemasyarakatan. 

“Awalnya saya kira di dalam lapas para warga binaan hanya dikurung saja. Ternyata banyak kegiatan pembinaan, antara lain peternakan, pertanian, pramuka, dan konveksi,” ujarnya.

Anggi juga sempat menunjukkan jersei hasil karyanya dari pelatihan konveksi. Menariknya, produk tersebut dipasarkan secara online melalui marketplace. 

Hal ini menunjukkan bahwa program pemagangan tidak hanya memberi pengalaman belajar, tetapi juga membuka peluang usaha. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cegah Kecelakaan Mudik, Kemnaker Turunkan Tim Penguji K3 Periksa Kesehatan Pengemudi


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Andrie Yunus Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras! Punya Masalah Apa?
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Kisah Awal Karier Asnawi Mangkualam: Ditempa Keras Sang Ayah, Bahkan Tak Diloloskan saat Seleksi Timnas Indonesia U-16
• 20 jam lalubola.com
thumb
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
• 22 jam lalusuara.com
thumb
450 Ribu Kendaraan Mulai Tinggalkan Jakarta, Diprediksi Ada 3,2 Juta Lagi
• 12 jam laludetik.com
thumb
Ito Sumardi & Usman Hamid Soroti Motif Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Pembunuhan Berencana
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.