Lebaran selalu identik dengan momen berkumpul bersama keluarga besar. Di tengah suasana hangat tersebut, muncul satu kebiasaan yang hampir selalu dinantikan anak-anak, yakni menerima uang Lebaran dari om, tante, atau kerabat yang lebih dewasa. Tradisi ini sering kali dilakukan spontan sebagai bentuk berbagi kebahagiaan, namun dalam praktiknya tak jarang berubah menjadi tekanan sosial bagi sebagian orang.
Beauties, banyak yang akhirnya bertanya-tanya: apakah memberi uang Lebaran kepada ponakan itu sebuah kewajiban yang harus dilakukan, atau hanya bentuk kebaikan yang sifatnya sukarela? Jika kondisi keuangan sedang terbatas, apakah wajar jika tidak memberi? Lalu, bagaimana etika yang tepat agar tradisi ini tetap bermakna tanpa menimbulkan rasa tidak enak di antara anggota keluarga? Simak selengkapnya di sini, yuk!




