Jakarta, VIVA – Siapa bilang networking itu cukup dengan hadir di acara, senyum-senyum, lalu pulang bawa setumpuk kartu nama yang ujungnya cuma jadi penghias laci meja kerja?
Banyak perempuan profesional yang merasa sudah rajin networking, tapi karier mereka terasa jalan di tempat. Di sinilah letak kesalahan yang paling sering terjadi, networking dilakukan sebatas basa-basi, bukan sebagai investasi jangka panjang. Scroll lebih lanjut yuk!
Sebagian besar orang memahami networking sebagai aktivitas yang dilakukan saat butuh sesuatu, butuh pekerjaan baru, butuh klien, butuh referensi. Padahal, membangun koneksi yang kuat justru harus dimulai jauh sebelum kamu membutuhkannya.
Perempuan, secara khusus, sering kali menghadapi tantangan tersendiri dalam hal ini. Ada yang merasa tidak percaya diri memulai percakapan dengan orang yang lebih senior. Ada yang khawatir terkesan "cari muka". Ada pula yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak menyempatkan diri keluar dari zona nyaman lingkaran kerja sehari-hari.
Padahal, koneksi yang tepat bisa membuka pintu yang bahkan tidak kamu tahu keberadaannya.
Berikut ini adalah beberapa tips membangun networking untuk perempuan.
1. Mulai dari Dalam: Bangun Koneksi di Tempat Kerja Sendiri
Sebelum sibuk menghadiri berbagai acara eksternal, pastikan kamu sudah dikenal dengan baik di lingkungan kerja sendiri. Tunjukkan kemampuanmu melalui kolaborasi lintas divisi, bantu rekan yang sedang kesulitan, dan jadilah orang yang reliable, yang selalu menyelesaikan apa yang dijanjikan.
Reputasi internal adalah modal networking yang paling sering diremehkan. Orang-orang di sekitarmu hari ini bisa jadi gerbang menuju peluang besar di masa depan, entah karena mereka pindah ke perusahaan lain, naik jabatan, atau justru membuka bisnis sendiri.
2. Komunikasi adalah Kuncinya dan Itu Harus Dilatih
Networking tanpa kemampuan komunikasi yang baik ibarat punya benih tapi tidak punya tanah untuk menanamnya.
Latih dirimu untuk bisa menyampaikan siapa kamu, apa yang kamu kerjakan, dan apa yang kamu tawarkan, dalam waktu singkat dan dengan cara yang menarik. Dalam dunia profesional, ini sering disebut elevator pitch. Tapi lebih dari itu, komunikasi yang baik juga berarti kemampuan mendengar, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan membuat lawan bicara merasa dihargai.




