Washington: Angkatan Laut Amerika Serikat memutuskan untuk memperpanjang masa operasi kapal induk USS Nimitz hingga Maret 2027, hampir satu tahun lebih lama dari rencana awal.
Menurut laporan CNN yang dikutip Anadolu, Minggu, 15 Maret 2026, seorang pejabat Angkatan Laut AS mengatakan kapal perang tersebut kini dijadwalkan untuk dinonaktifkan pada 2027.
Sebelumnya, kapal induk yang merupakan salah satu kapal perang terbesar di dunia itu dijadwalkan pensiun pada Mei 2026. Ketegangan Selat Hormuz Perpanjangan masa operasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Iran disebut telah secara efektif menutup Selat Hormuz sejak awal Maret setelah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Gangguan pelayaran di jalur tersebut memicu kenaikan harga minyak dan pupuk global serta meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan energi dunia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan negara-negara yang menerima pasokan minyak melalui Selat Hormuz harus ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa Angkatan Laut AS dapat mulai mengawal kapal tanker yang melintasi selat tersebut dalam waktu dekat. Kapal Induk Tertua AS USS Nimitz merupakan kapal induk aktif tertua milik Angkatan Laut AS. Dalam penugasan terakhirnya yang berakhir pada Desember lalu, kapal tersebut melakukan empat kali pelayaran melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari operasi Armada Kelima AS.
Kapal ini juga diketahui baru saja meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut Kitsap di Bremerton, Washington, menuju Norfolk, Virginia, yang sebelumnya diperkirakan menjadi perjalanan terakhirnya sebelum dinonaktifkan.
Hingga kini, rencana penugasan berikutnya bagi USS Nimitz belum diumumkan secara resmi.
Baca juga: Kapal Induk USS Nimitz Siaga di Teluk Arab




