Simak Cara Kelola THR agar Tak Sekadar Numpang Lewat

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali hanya bertahan sebentar. Baru beberapa hari diterima, uang tersebut sudah habis tanpa terasa. Situasi ini cukup umum dialami banyak orang, terutama ketika pengeluaran selama periode Lebaran meningkat.

Jika ditelusuri kembali, sebagian orang belum memiliki rencana penggunaan THR yang jelas. Tanpa perencanaan yang matang, dana tambahan ini mudah tergerus oleh berbagai godaan promo, diskon, hingga tren belanja musiman yang sebenarnya tidak selalu dibutuhkan.

Padahal, jika tidak dikelola dengan baik, THR hanya akan “numpang lewat” tanpa memberi dampak positif bagi kondisi keuangan. Berikut sejumlah kebiasaan yang kerap membuat THR cepat habis sekaligus cara untuk menghindarinya.

1. Tergoda Diskon Lebaran Tanpa Perhitungan

Salah satu penyebab utama THR cepat habis adalah belanja impulsif. Menjelang Lebaran, berbagai promo dan potongan harga sering membuat konsumen tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak masuk dalam kebutuhan utama.

Kondisi ini biasanya dipicu oleh kurangnya perencanaan anggaran. Tanpa batas pengeluaran yang jelas, seseorang lebih rentan menghabiskan uang secara spontan ketika melihat penawaran menarik.

Baca Juga

  • Batas Akhir THR 2026 Cair, Simak Aturannya!
  • Kemnaker Mulai Buka Posko Aduan THR Jelang Lebaran 2026
  • Prabowo Perintahkan Menteri Salurkan THR Lebaran 2026 Tepat Waktu

2. FOMO Mengikuti Tren yang Tak Sesuai Kemampuan

Perayaan Lebaran juga kerap diiringi munculnya berbagai tren baru, mulai dari pakaian hingga gawai terbaru. Namun, mengikuti tren tidak selalu menjadi keharusan, terutama jika tidak sesuai dengan kondisi keuangan.

Berdasarkan riset Financial Fitness Index 2025, sekitar 76% anak muda masih mengaku mengeluarkan uang demi mengikuti gaya hidup teman. Padahal, makna Lebaran tidak harus diukur dari pakaian yang sedang tren atau barang mewah yang dimiliki.

3. Minimnya Perencanaan Keuangan

Kurangnya perencanaan keuangan juga menjadi faktor penting yang membuat THR cepat habis. Tanpa alokasi yang jelas, dana tersebut cenderung digunakan untuk konsumsi jangka pendek tanpa memberikan manfaat bagi stabilitas keuangan dalam jangka panjang.

Selain itu, kondisi hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kebutuhan mendesak yang muncul tiba-tiba dapat membuat dana THR habis lebih cepat, terutama jika seseorang belum memiliki dana darurat.

Karena itu, penting untuk mengelola THR secara bijak agar dana tersebut tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi juga bisa membantu memperbaiki kondisi finansial.

4. Prioritaskan Kebutuhan Utama

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memastikan kebutuhan pokok telah terpenuhi terlebih dahulu. Kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, dan kesehatan sebaiknya menjadi prioritas sebelum menggunakan THR untuk keperluan lain.

5. Susun Anggaran Pengeluaran

Menyusun anggaran merupakan bagian penting dalam pengelolaan keuangan. Anggaran dapat membantu menentukan arah penggunaan dana sekaligus mencegah pengeluaran berlebihan.

Mulailah dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran, kemudian susun anggaran yang realistis. Dana THR dapat dibagi ke beberapa kategori seperti kebutuhan pokok, tabungan, hingga investasi.

Saat ini, berbagai aplikasi keuangan juga dapat dimanfaatkan untuk membantu memantau pengeluaran secara berkala.

6. Sisihkan untuk Tabungan dan Investasi

Selain untuk kebutuhan konsumsi, sebagian THR sebaiknya dialokasikan untuk tabungan atau investasi. Tidak perlu dalam jumlah besar, menyisihkan sekitar 20% dari THR sudah dapat menjadi langkah awal yang baik.

Tabungan tersebut dapat berfungsi sebagai dana cadangan apabila muncul kebutuhan tak terduga sehingga tidak perlu berutang.

7. Alokasikan untuk Zakat dan Sedekah

Menggunakan sebagian THR untuk zakat dan sedekah juga menjadi langkah yang dianjurkan, khususnya bagi umat Muslim. Selain membantu sesama, langkah ini juga dapat meningkatkan keberkahan rezeki.

Zakat merupakan kewajiban bagi Muslim yang mampu, sementara sedekah dapat dilakukan kapan saja dan dalam berbagai bentuk.

8. Hindari Belanja Impulsif

Terakhir, penting untuk menghindari pembelian impulsif. Membuat daftar belanja sebelum berbelanja dapat membantu seseorang tetap fokus pada kebutuhan yang benar-benar penting.

Dengan cara ini, godaan diskon atau promo besar-besaran dapat lebih mudah dikendalikan sehingga THR tidak habis tanpa perencanaan yang jelas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratusan Personel Gabungan Disiagakan Amankan Jalur Puncak Selama Operasi Ketupat Lodaya 2026
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Klasemen LaLiga Spanyol Usai Real Madrid Lumat Elche 4-1
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Terlihat di Ajibarang, Kendaraan Pribadi Mendominasi
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Lantik Dewan Pendidikan Nasional Dikdasmen Periode 2026–2031
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Mau Staycation? Ini 5 Hotel Mewah di Jakarta untuk Libur Lebaran
• 16 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.