Pantau - Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran internasional meskipun pembatasan diberlakukan bagi kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara sekutu mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Ia menjelaskan bahwa Selat Hormuz hanya ditutup bagi kapal tanker dan kapal yang berasal dari pihak yang dianggap sebagai musuh Iran.
Pembatasan tersebut disebut berlaku bagi pihak yang menyerang Iran dan sekutunya.
Sementara itu negara lain tetap diperbolehkan melintas melalui jalur pelayaran tersebut.
Iran Tanggapi Kekhawatiran KeamananAraghchi juga menyatakan bahwa kekhawatiran sejumlah negara terkait keselamatan pelayaran di kawasan tersebut tidak berkaitan dengan Iran.
Ia menegaskan Iran tidak menutup jalur pelayaran bagi negara yang tidak terlibat dalam konflik.
Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sebelumnya sempat hampir terhenti.
Kondisi tersebut terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Jalur Vital Perdagangan Energi DuniaIran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global.
Jalur tersebut menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia.
Perdagangan melalui Selat Hormuz mencakup sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair.




