Komisi III Minta Polisi Cepat Tangkap Pelaku dan Otak Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS Nasir Djamil memberi keterangan dalam program Kompas Malam KompasTV, Sabtu (14/3/2026).  (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. 

"Kami sangat besar harapan agar kepolisian bisa menemukan dan menangkap pelakunya serta mengusut siapa otak di balik penyerangan siraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut," ujar anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS Nasir Djamil dalam program Kompas Malam KompasTV, Sabtu (14/3/2026). 

Ia mengatakan pengusutan tuntas kasus ini diperlukan agar tidak ada spekulasi-spekulasi liar yang berkembang. 

"Secara cepat kita harapkan agar kepolisian bisa mengungkap kasus ini sehingga kemudian tidak ada spekulasi-spekulasi liar, yang kemudian itu juga akan merugikan lembaga ini, lembaga itu, dan sebagainya," katanya. 

Baca Juga: Jusuf Kalla Respons Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Singgung Kasus Novel Baswedan

 

Menurutnya, jika tidak diusut tuntas, kasus ini juga akan memperburuk anggapan masyarakat pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Seolah-olah pemerintahan sekarang itu antikritik, alergi dengan kritik sehingga kemudian ini berdampak juga terhadap pemerintahan Prabowo meskipun itu tidak secara langsung ya," ucapnya.

Nasir mengatakan penyiraman air keras yang dulu juga pernah dialami eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, bisa mengancam kebebasan masyarakat sipil.

"Karena itu, tidak heran kalau kemudian Komisi III meminta Kapolri, Kapolda Metro Jaya, untuk bisa mengungkap dan menemukan serta menangkap pelakunya, apalagi sudah dibantu dengan CCTV," ucapnya. 

Nasir berpendapat kasus ini harus diusut tuntas agar tidak menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan di masyarakat. 

"Tidak tertutup kemungkinan bahwa peristiwa itu bisa menimpa siapa saja, menimpa masyarakat sipil yang selama ini barangkali menyampaikan sikap pendapatnya yang oleh sebagian orang tidak bisa diterima atau belum bisa menerima kritikan atau sikap dan pendapat tersebut," ujarnya. 

Ia pun menegaskan penyiraman air keras tidak bisa dibenarkan. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • komisi iii
  • penyiraman air keras aktivis kontras
  • aktivis kontras disiram air keras
  • penyiraman air keras
  • Andrie Yunus
  • Kontras
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Campak di Bantul Meningkat pada Awal 2026, Dinkes Pastikan Tidak Ada Korban Meninggal
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Resmikan Taman Bendera Pusaka di Blok M, Dihadiri Megawati
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Laka Lantas di Depan Kantor Imigrasi, Satu Pengendara Motor Jadi Korban
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Antrean truk tujuan Sumatera mengular tunggu masuk Pelabuhan Ciwandan
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Puncak Arus Mudik Akan Terjadi Serentak 18 Maret, Ini Kata Menhub | SAPA MALAM
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.