Mengirim Si Meong dan Guguk ke Kampung Halaman

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Mudik ke kampung halaman tak hanya berarti mempersiapkan diri dan oleh-oleh. Peliharaan pun harus disiapkan, akankah dititipkan atau dibawa mudik. Ketika dibawa mudik, apa moda yang dipilih?

Kantor service point KALog Express sibuk, Jumat (13/3/2026) pagi. Bukan hanya kardus-kardus paket, koper, dan sepeda motor, beberapa kargo peliharaan pun berjajar. Kucing-kucing disiapkan dalam kandang. Tak lama, dua ekor sugar glider—hewan mamalia kecil berkantung yang biasa disebut tupai terbang—juga diantarkan dalam kandang.

Hewan-hewan kesayangan ini tak ketinggalan ketika pemiliknya pulang ke kampung halaman. Namun, karena belum ada moda transportasi umum yang membolehkan peliharaan ikut, salah satu pilihan adalah mengirimkan mereka.

Warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Lidya Eka (35), rela berangkat pagi ke service point KALog Express bersama suaminya. Mereka mengantarkan dua kucing himalaya berusia sembilan dan delapan tahun untuk dikirim ke Semarang, Jawa Tengah.

”Di Semarang, ibu saya akan menjemput mereka. Saya sendiri baru tanggal 16 (Maret) berangkat naik kereta,” katanya.

Lidia berencana menghabiskan libur dua minggu di kampung halaman. Untuk itu, ia membawa dua hewan peliharaan kesayangannya. ”Pernah dititip orang (petsitter), tapi jadi kurus banget. Kayaknya nggak mau makan kalau dengan yang nggak dikenal. Kalau titip pethotel juga khawatir stres,” tutur Lidya.

Sebelum ini, Lidya dan suami juga beberapa kali mudik menggunakan kendaraan pribadi. Biasanya ia membawa anabul, sebutan sayang untuk hewan peliharaan berbulu seperti kucing dan anjing, ikut serta dalam mobil.

Namun, kali ini, moda kereta api menjadi pilihan mudik. Lidya dan suaminya berangkat belakangan. Sementara dua anabul kesayangan dikirim menggunakan kereta. ”Mudah-mudahan aman dan kami puasain dulu kucingnya supaya nggak stres dan kotor,” katanya.

Tak lupa, Lidya pun berpamitan dengan dua anabulnya itu. ”Sampai nanti ya, De, baik-baik di jalan,” ujarnya sebelum kembali mempersiapkan mudik keluarga.

Boti, kucing jenis british shorthair (BSH), milik Shofia Fikrina (23) juga dikirimkan ke Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat ini. Kucing berbulu kelabu ini juga akan ikut mudik bersama Shofi dan keluarganya.

”Rencana titip saudara yang menjemput Boti di Pekalongan. Saya sendiri baru berangkat besok (14/3/2026) naik kereta Tawangjaya jam 06.00,” kata pegawai salah satu kementerian itu.

Biasanya, Boti dititipkan di pethotel ketika Shofi pergi dinas. Namun, kali ini Shofi akan berada di kampung halaman selama sepuluh hari. ”Kasihan ditinggal lama, selain biayanya (pethotel) juga lumayan,” ujarnya.

Dewi (40) dan putrinya, Sabda Pertiwi (17), siswi SMA Negeri 24 Jakarta, juga mengantarkan dua ekor sugar glider. Namanya Cibo dan Tibo.

Kedua binatang ini dikirim ke Kutoarjo, Jawa Tengah. Dua sugar glider yang dirawat Sabda dan ibunya itu akan menemani kumpul keluarga di libur Lebaran kali ini.

”Kalau ditinggal di rumah, malah kepikiran. Jadi, kami amankan dulu. Lagian, bisa jadi teman buat Sabda dan sepupunya,” kata Dewi.

Menurut rencana, salah satu sugar glider juga akan jadi peliharaan sepupu Sabda di Kutoarjo.

Pengiriman hewan memang meningkat menjelang Idul Fitri 2026 ini. Apalagi, pengiriman logistik akan libur beberapa hari menjelang Lebaran.

Manajer Humas KAI Logistik Adjeng Putri Adhatu menyebutkan pengiriman logistik termasuk hewan mulai meningkat sejak awal Ramadhan. Selama bulan Ramadhan, rata-rata pengiriman harian hewan peliharaan meningkat sekitar lima persen dibandingkan hari biasa.

Di periode 19 Februari hingga 9 Maret 2026, KAI Logistik telah mengirimkan 9.732 hewan peliharaan. Jumlah tersebut setara dengan rerata 512 hewan peliharaan per hari. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari pengiriman hewan di periode Ramadhan-Lebaran 2025 yang rata-rata 250 ekor perhari.

Pengiriman hewan peliharaan di gerbong kereta sesungguhnya tak dipisah dengan barang-barang lain. Namun, Adjeng memastikan hewan diletakkan terakhir dan ditempatkan dekat ventilasi kereta.

KALog pun hanya menerima pengiriman hewan domestik seperti anjing, kelinci, hamster, burung, ayam, dan ikan hias. Sejauh ini, hewan yang paling banyak dikirim adalah anjing dan kucing.

Syaratnya, kata Adjeng, semua harus dalam kondisi sehat. Namun umumnya, menurut Adjeng, hewan peliharaan relatif aman dalam pengiriman karena semua akan tiba di kota tujuan dalam sehari. Petugas juga bisa membantu mengisi ulang air dan makanan bila diperlukan.

Sejauh ini pengiriman bisa dilakukan menggunakan KA Blambangan yang berangkat jam 11 siang dari Stasiun Pasar Senen. Selain itu, ada pula pengiriman dari Jakarta Gudang yang berangkat sekitar jam 18.00.

Secara keseluruhan, pengiriman hewan melalui KALog bisa dilakukan melalui 287 titik outlet Jawa, Bali, dan Sumatera. Untuk di Jakarta saja, terdapat dua belas titik outlet.

Servis pengiriman hewan peliharaan, menurut Adjeng, sesungguhnya sudah cukup lama tetapi mulai meningkat tiga tahun terakhir ini.

Biayanya pun cukup ekonomis, dimulai Rp 100.000 sampai Rp 250.000 tergantung volume. Kucing dalam pet kargo dengan total berat sekitar 10 kilogram berbiaya sekitar Rp 100.000.

Adapun pet kargo atau kandang yang digunakan harus cukup kokoh dan berkunci baik. Bila kunci mudah dibuka, biasanya penahan tambahan berupa cable ties diperlukan.

Biaya pengiriman yang relatif ekonomis menjadi salah satu pertimbangan pemilik anabul memilih KALog Express. Fonny Senewe (56) yang berencana membawa anjing red toy poodle bernama Miko pun memilih mengirimkan anabulnya menggunakan kereta.

Anjing betina berusia enam bulan itu akan dibawa ke kampung halaman Fonny di Manado, Sulawesi Utara. Di sana, Miko akan ditemani dua anjing lain - seekor jenis samoyed dan lainnya seekor mini pomeranian.

"Kalau langsung dikirim Jakarta-Manado, biayanya Rp 5 juta. Kalau via Surabaya, sedikit lebih hemat," tutur Fonny.

Selama ini, Miko dipelihara Fonny bersama putrinya di Gading Serpong. Namun, memelihara anabul dirasa lebih nyaman di kampung halaman Fonny, di Manado. "Semoga dia kuat, nggak stress (di jalan), mana selama ini nggak pernah di kandang," ujar Fonny yang memangku anabulnya sembari sesekali membelai Miko.

Fonny juga akan ke Surabaya menggunakan kereta jam 12.00 di hari yang sama dengan pengiriman Miko. Selanjutnya, dia akan menjemput Miko di Stasiun Gubeng Surabaya. Dari Surabaya, Miko akan melanjutkan perjalanan sampai Manado.

Tips dan antisipasi

Mengirim anabul untuk perjalanan dalam kereta, menurut Praktisi di Stella Pet Clinic Bogor drh Sukamto Priadi, bisa dilakukan sepanjang pawrents memerhatikan beberapa hal. Pertama, vaksinasi lengkap dengan booster bagi anabul.

"Anabul, terutama kucing rentan stress di lingkungan baru. Vaksinasi membuat imun sistem kuat sehingga anabul lebih kebal dari infeksi virus," tutur drh Sukamto.

Kedua, kucing dan anjing perlu diberi antikutu dua hari sebelum keberangkatan. Obat tetes kutu untuk kucing dan tablet antikutu untuk anjing bisa menjadi langkah preventif supaya tidak tertular ketika berada dalam gerbong kereta. Obat cacing pun bisa diberikan sebelum perjalanan bila dinilai perlu untuk antisipasi di lingkungan baru.

Setiba di tujuan, kata drh Sukamto, pemilik perlu memerhatikan suhu tubuh anabulnya. Sebab, anabul juga rentan kepanasan ketika di gerbong kereta. Kalau kucing, stress juga bisa menimbulkan demam. Anjingpun bisa mengalami heat stroke bila ditempatkan dalam kandang yang terlampau kecil dalam pengiriman.

"Kalau suhu tubuh terlalu tinggi, anabul harus segera dibawa ke dokter hewan untuk mendapat pertolongan," tambahnya.

Selain suhu tubuh, masyarakat awam bisa memerhatikan beberapa indikator seperti nafsu makan, aktif atau lesu anabul, dan kotorannya.

Bila nafsu makan baik, suhu tubuh tidak terlampau tinggi, aktif, dan tidak mengalami diare, diperkirakan anabul tetap sehat setelah perjalanan panjang.

Tips lain, menurut drh Sukamto, adalah puasa makan untuk anabul sebelum melakukan perjalanan atau sekitar 12 jam. Hal ini bisa mengurangi mual di perjalanan. "Tapi hanya puasa makan, sedangkan minum harus tetap tersedia. Sebab, air minum penting untuk mengurangi dehidrasi saat dalam perjalanan," katanya. (INA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPBD Agam siagakan alat berat dan personel selama Lebaran
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Penguasa kelas terbang putri Fundora penuhi berat badan hadapi Ruiz
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
H-7 Lebaran, Pelabuhan Merak Mulai Dipadati Pemudik Kendaraan Pribadi
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Cek Jadwal Libur Bursa saat Idulfitri 2026! Aktif Lagi 25 Maret 2026
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Cuaca Awal Mudik Lebaran Kondusif, BMKG: Tetap Waspadai Potensi Hujan
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.