Halau Serangan Rudal Iran, Misil Milik Negara Teluk Menipis

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Persediaan senjata di negara-negara yang saat ini berperang, khususnya di negara teluk atau timur tengah, diperkirakan menipis usai menahan serangan rudal balistik Iran.

Sebagai ukuran perbandingan, rudal dan drone yang digunakan selama tiga hari pertama sama dengan yang digunakan Ukraina selama empat tahun perang dengan Rusia.

Baca: Sirine Meraung! Iran Ngamuk Luncurkan Rudal Ganas ke Israel

Para negara teluk telah menembakkan setidaknya dua rudal pencegat serangan rudal balistik dari Iran.

Laporan dari negara-negara Teluk menunjukkan bahwa mereka telah menghancurkan, dengan bantuan Amerika, setidaknya 887 rudal Iran dan 2.581 drone.

Foto: The Economist
Data Misil Pencegat Rudal Iran

Namun, perhitungan tersebut mungkin lebih rendah. Berdasarkan perhitungan The Economist, jika dengan asumsi komandan lebih berhati-hati, menggunakan tiga pencegat per rudal yang datang, dan jika persentase drone yang ditembak jatuh lebih tinggi, misalnya satu dari sepuluh, maka jumlahnya hampir 3.000.

Bahkan angka ini mungkin kurang dari yang sebenarnya sebab perhitungan hanya memperhitungkan upaya yang berhasil dan dilaporkan dalam menggagalkan serangan.

Baca: Intelijen AS Ragu Tujuan Perang Tercapai, Iran Bikin Trump "Menderita"

Jumlah tersebut menjadi indikasi bahwa persediaan rudal dan drone pencegat di negara-negara teluk mungkin telah menipis. Meskipun jumlah pasti rudal dan drone yang dibeli masing-masing negara dirahasiakan.

Mengutip The Economist, menurut penelitian Fabian Hoffmann dari Universitas Oslo, Arab Saudi mungkin telah membeli 1.800 rudal, Qatar 1.000, dan Uni Emirat Arab 900.

Amerika juga memiliki persediaan di wilayah tersebut, meskipun jumlahnya tidak diketahui.

Baca: Iran Ngamuk, Ancam Aset Minyak AS Bakal Jadi Abu!

Sistem pertahanan rudal sangat mahal. Rudal Patriot yang diperkirakan digunakan 90% negara Teluk harganya US$3 juta-US$6 juta per unit, tergantung pada varian dan siapa yang membelinya.

Sehingga menurut perhitungan, menunjukkan pengeluaran gabungan untuk rudal pencegat setidaknya US$5,1 miliar.

Foto: The Economist
Misil Pencegat Rudal di Negara Teluk
(ras/ras) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Mudik Lebaran, Barantin Kerahkan 3.930 Personel Cegah Penyelundupan Pangan
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Sumbar ajukan pembangunan pusat kebudayaan senilai Rp382 miliar
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Konsumsi makanan tinggi garam sebabkan masalah serius pada kesehatan
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Pemudik Waspada, Banyak Kota Besar Diguyur Hujan Hari Ini
• 20 menit lalumetrotvnews.com
thumb
YLBHI Tantang Polri Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus: Buktikan Reserse Punya Kemampuan
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.