Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Bisa Memunculkan Opini Liar

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Alif Kamal mengutuk pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Alif menilai tindakan itu merupakan perbuatan tidak manusiawi yang mencederai ruang demokrasi.

BACA JUGA: Korupsi Kuota Haji Menjerat Gus Yaqut, KPK Sita Aset Lebih Rp 100 M

Dia pun meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Kami mengutuk keras dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. Kepolisian harus segera mengusut kejadian ini secara serius dan transparan," ujar Alif dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

BACA JUGA: Polemik Ijazah Jokowi: Rismon Senyum Dianggap Gibran Saudaraan, Dapat Parsel Besar

Alif menilai tindakan kekerasan seperti ini berpotensi memperkeruh situasi di tengah upaya pemerintah yang sedang fokus menjalankan berbagai program kerakyatan.

Menurutnya, aksi semacam itu justru dapat memancing spekulasi dan memperkeruh suasana publik.

BACA JUGA: OTT KPK di Cilacap, Bupati dan 26 Orang Lain Diamankan

"Peristiwa seperti ini bisa menjadi upaya memancing di air keruh di tengah semangat pemerintah yang terus melaksanakan berbagai program kerakyatan. Karena itu, aparat kepolisian harus bergerak cepat agar tidak berkembang berbagai spekulasi," ujarnya.

Alif juga menegaskan bahwa pengusutan yang transparan penting dilakukan untuk mencegah munculnya opini liar di masyarakat, terutama terkait isu pembungkaman terhadap suara-suara kritis dari aktivis.

"Agar tidak muncul opini liar bahwa ada pembungkaman terhadap suara-suara aktivis, maka pihak kepolisian harus mengusut tuntas kejadian ini hingga pelaku dan motifnya jelas," kata Alif.

Dia menyebut dalam berbagai kesempatan pemerintah justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dari kelompok masyarakat sipil.

Menurutnya, pemerintah selama ini berupaya merangkul kelompok-kelompok yang kritis guna menjaga keseimbangan dalam proses pemerintahan.

"Dalam beberapa kesempatan, pemerintah justru terus merangkul kelompok-kelompok yang bersuara kritis. Langkah ini penting untuk mendapatkan masukan sehingga jalannya pemerintahan tetap berimbang dan responsif terhadap aspirasi masyarakat," ujarnya.(ant/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Markas Besar PBB, Tri Tito Karnavian Tegaskan Penguatan Keluarga Kunci Keadilan Perempuan dan Anak
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 14 Maret 2026
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Situasi Pelabuhan Merak Masih Sepi Pemudik | KOMPAS MALAM
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
bank bjb Tawarkan SBN Ritel Seri SR024, Cek Imbal Hasil dan Cara Pesannya
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Anies: Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras Masih Diisolasi di RSCM
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.