Perang Meluas, Iran Ancam Serang Google, Microsoft, Nvidia Cs

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (File/REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memanas. Iran kini memperingatkan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat seperti Google, Microsoft, Nvidia, hingga Oracle dapat menjadi target serangan.

Melansir INC, ancaman itu disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elit Iran memberikan peringatan bahwa mereka dapat menyerang "pusat ekonomi dan bank" di kawasan Timur Tengah yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.


Ancaman ini muncul setelah sebuah gedung yang berafiliasi dengan Bank Sepah dilaporkan terkena serangan di Teheran, menurut laporan Reuters.

Baca: Rudal Iran Makin Canggih Berkat China, Intel Barat Bilang Begini

Hari ke 12 konflik ini, Iran menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel telah membombardir hampir 10.000 lokasi sipil dan menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil, menurut laporan Al Jazeera.

Peringatan Iran

Juru Bicara markas Khatam al - Anibya Headquarters, yang menurut PBB dimiliki oleh IRGC, mengatakan bahwa tindakan musuh telah memberi Iran alasan untuk menargetkan pusat ekonomi.

"Musuh telah membuka jalan bagi kami untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank yang dimiliki Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan," kata juru bicara tersebut seperti dikutip oleh Al Jazeera, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Komando operasional pusat militer Iran juga mengeluarkan peringatan bahwa masyarakat di kawasan sebaiknya tidak berada dalam radius satu kilometer dari bank.

Baca: Korea Utara Tembak 10 Rudal Balistik Saat AS-Korsel Latihan Militer

Sementara itu, Tasnim News Agency, media yang memiliki hubungan dengan IRGC, merilis daftar kantor perusahaan besar Amerika Serikat yang disebut sebagai "target baru Iran."

Al Jazeera juga menuliskan, bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memiliki hubungan dengan Israel dan memproduksi teknologi yang digunakan militer. Beberapa perusahaan yang disebutkan antara lain Google, Microsoft, Palantir Technologies, IBM, Nvidia, dan Oracle. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kantor di sejumlah kota di Israel serta beberapa negara Teluk.

Laporan NDTV menyatakan, pesan tersebut juga menyatakan bahwa meluasnya perang regional ini menjadi perang terhadap infrastruktur, sehingga cakupan target Iran akan meluas.

Latar Belakang

Ancaman ini juga muncul setelah Iran menuduh serangan Israel dan Amerika Serikat yang menghantam gedung yang terkait dengan Bank Sepah di Teheran. Israel juga dilaporkan menyerang lembaga keuangan yang berafiliasi dengan Hezbollah di Beirut, 9 Maret lalu.

"Dengan tindakan yang tidak sah dan tidak biasa ini, musuh memaksa kami untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank yang terkait dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan," kata juru bicara komando militer Iran kepada Reuters.

Reuters juga melaporkan bahwa lembaga keuangan global seperti Citigroup dan Standard Chartered mulai mengevakuasi karyawan dari kantor mereka di Dubai. Sementara itu, HSBC dilaporkan menutup cabangnya di Qatar hingga waktu yang belum ditentukan demi memastikan keselamatan karyawan dan nasabah.


(emy/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Lawan Serangan Siber Yang Ganas, Fintech Wajib Investasi 3 Hal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Tunda KTT D-8 Imbas Kondisi Timur Tengah yang Memanas
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenekraf Terbitkan Rekomendasi Aturan Fotografi di Ruang Publik
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Survei Litbang Kompas: Mudik Lebaran, Antara Optimisme dan Kekhawatiran Masyarakat
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Polres Muba Amankan 30,42 Gram Sabu dan Senjata Api Rakitan
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Optimalkan PAD, Bapenda Lutra Tertibkan Reklame yang tidak Memiliki Izin
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.