Rektor Unhas Tegaskan Jabatan Dekan Bergantung Kinerja: Tak Capai Target Bisa Diberhentikan di Tengah Jalan

harianfajar
13 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa masa jabatan dekan di kampus tersebut kini sangat bergantung pada pencapaian target kinerja yang telah disepakati.

Hal itu disampaikan Jamaluddin Jompa—yang akrab disapa Prof JJ—dalam silaturahmi bersama jurnalis dan mahasiswa di Makassar, Sabtu (15/3/2026).

Menurutnya, pengisian jabatan dekan di Unhas tidak dilakukan melalui pemilihan, melainkan melalui proses penjaringan. Setiap dekan yang ditunjuk harus menandatangani kontrak kinerja dengan indikator yang jelas dan terukur.

Jika target dalam kontrak tersebut tidak tercapai, maka konsekuensinya adalah pemberhentian dari jabatan.

“Ketika kriteria itu tidak tercapai, kinerja itu tidak tercapai, wajar ya kalau tidak mundur, ya harus dimundurkan,” tegas Prof JJ.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diterapkan untuk membangun budaya akuntabilitas di lingkungan kampus, sekaligus memastikan pimpinan fakultas tetap fokus pada pelayanan kepada publik dan para pemangku kepentingan.

Dorong Budaya Akademik Berstandar Global

Prof JJ mengatakan, sistem evaluasi berbasis kinerja seperti itu merupakan praktik yang lazim diterapkan di berbagai universitas besar dunia. Bahkan, evaluasi ketat juga berlaku hingga pada level dosen.

Ia mencontohkan konsep early redundancy di sejumlah perguruan tinggi luar negeri, di mana tenaga pengajar yang tidak mampu memenuhi standar kontrak dapat memilih berhenti atau pensiun lebih awal.

Meski demikian, ia memastikan indikator penilaian di Unhas tetap realistis dan berfokus pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).

Menurutnya, capaian seperti pengakuan program studi di tingkat internasional atau peningkatan peringkat global merupakan bonus atau reward, bukan kewajiban mutlak yang harus dicapai setiap pimpinan fakultas.

Kriteria Wakil Rektor Periode Kedua

Terkait pembentukan jajaran pimpinan untuk periode mendatang, Prof JJ menyebut dirinya belum melakukan pembicaraan mengenai nama-nama calon pejabat.

Ia sengaja menghindari negosiasi politik agar para pejabat yang saat ini menjabat tetap fokus menjalankan tugasnya.

Namun, ia mengungkapkan dua kriteria utama bagi calon pimpinan di lingkungan Unhas ke depan, yakni kemampuan bekerja sama dengan rektor serta integritas dalam menjalankan tugas.

“Yang paling penting adalah bisa bekerja sama dan memiliki integritas di posisinya masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan kontrak kinerja tersebut tidak hanya berlaku bagi dekan, tetapi juga bagi seluruh pejabat struktural di lingkungan Unhas, termasuk rektor, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap Perang Panjang! Iran Bersumpah Bakal Balas Dendam ke AS-Israel
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPR Sahkan Komisioner OJK 2026–2031, Misbakhun Minta Pengawasan Sektor Keuangan Diperkuat
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Profil Andrie Yunus, Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras di Jakarta Pusat
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Datangi KPAI, Minta Solusi Usai Izin Sekolah Dicabut Gubernur Jabar?
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
GP Bahrain dan Arab Saudi Berpotensi Batal Akibat Konflik Timur Tengah
• 10 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.