Desak Usut Tuntas Penyiraman Air Keras, Masyarakat Sipil Gaungkan "Makin Berani karena Andrie"

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

YOGYAKARTA, KOMPAS - Sejumlah elemen masyarakat sipil di Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar aksi solidaritas terkait penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus. Mereka menuntut kepolisian untuk mengusut tuntas kasus itu secepat mungkin.

Aksi solidaritas tersebut digelar di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Kabupaten Sleman, DIY, Sabtu (14/3/2026) sore. Berdasarkan pantauan Kompas, para peserta aksi berkumpul sambil memegang sejumlah poster berisi ungkapan solidaritas atas peristiwa yang terjadi pada Andrie.

Beberapa poster itu antara lain bertuliskan "Kami Bersama Andrie", "Makin Berani karena Andrie", dan "Sori Ora Wedi". Selain itu, sejumlah peserta aksi juga membawa bunga. Dalam aksi itu, juga digelar doa bersama dan orasi dari beberapa pihak.

Perwakilan peserta aksi, Cila, mengatakan, aksi tersebut digelar oleh Suara Ibu Indonesia dan sejumlah elemen masyarakat sipil lain. Dia menyebut, aksi itu diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas terkait penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus.

"Kejadian itu menjadi alarm bagi masyarakat sipil untuk menguatkan posisinya, berkumpul bersama, mengeratkan tali solidaritas," ujar Cila.

Baca JugaPimpin Dewan HAM PBB, Indonesia Diuji Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Cila memaparkan, berbagai elemen masyarakat sipil menuntut agar kasus penyiraman air keras terhadap Andrie diusut secara tuntas dalam waktu segera. Mereka juga mendesak aparat untuk mengungkap siapa otak di balik penyiraman air keras tersebut.

"Ungkap siapa otak di balik penyiraman air keras yang selama ini dibalut dengan kata orang tidak dikenal. Kita ingin negara membuka sejelas-jelasnya siapa pelakunya, tidak hanya aktor di lapangan saja, tetapi juga aktor intelektualnya," ujar Cila.

Dia menambahkan, negara juga harus menjamin bahwa para pejuang hak asasi manusia (HAM) tidak lagi dikriminalisasi dan tidak menjadi korban kekerasan. Hal ini penting agar para pejuang HAM bisa berbicara dengan bebas dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Baca JugaKondisi Terbaru Andrie Yunus Setelah Teror Air Keras, Anies Baswedan Membesuk

Menurut Cila, apa yang terjadi pada Andrie juga menunjukkan ancaman serius terhadap masyarakat sipil. Oleh karena itu, sudah saatnya berbagai elemen masyarakat sipil untuk menggalang kekuatan bersama.

"Bagi kami, itu ancaman yang sangat nyata. Rasa-rasanya seperti pisau itu udah ada di dekat leher. Apa yang menimpa Andrie sekarang bisa jadi menimpa kawan-kawan pers juga, menimpa siapapun, menimpa masyarakat sipil yang tidak dilindungi oleh negara," ungkap Cila.

Sebelumnya diberitakan, Andrie menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) malam. Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Dari hasil pemeriksaan rumah sakit, ia mengalami luka bakar 24 persen.

Pada Kamis pukul 23.37 WIB, Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Kemudian, dua pelaku menghampiri dari arah berlawanan, Jalan Talang (Jembatan Talang), dengan mengendarai sepeda motor, diduga sepeda motor matik Honda Beat keluaran tahun 2016 sampai dengan 2021.

”Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” kata Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya, Jumat (13/3/2026).

Ungkap siapa otak di balik penyiraman air keras yang selama ini dibalut dengan kata orang tidak dikenal. Kita ingin negara membuka sejelas-jelasnya siapa pelakunya, tidak hanya aktor di lapangan saja, tapi juga aktor intelektualnya

Ciri-ciri terduga pelaku, menurut informasi yang dihimpun Kontras, pelaku pertama yang merupakan pengendara menggunakan pakaian kaus berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jins, dan helm berwarna hitam.

Adapun pelaku kedua, yakni penumpang di belakang, menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jins.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Madiun, Kaji Ulang Penataan Kawasan Kuliner Bogowonto Dengan Mengusung, Konsep Bernuansa Sejarah
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Gudang Diduga Tempat Pengoplos Elpiji di Temanggung Meledak
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penumpang Kereta di Daop 8 Surabaya Diproyeksikan Tembus 533 Ribu Selama Angkutan Lebaran 2026
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Tangerang Selatan Minggu 15 Maret 2026
• 9 jam lalukompas.com
thumb
BMKG dan BRIN Ungkap Prediksi Idulfitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.