Mudik Lebaran, Porter di Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jadi Andalan Penumpang

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di ruang keberangkatan kereta jarak jauh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, antrean penumpang tampak mengular menuju pintu pemeriksaan tiket.

Sebagian pemudik menarik koper beroda, sementara yang lain datang dengan kardus besar berisi oleh-oleh yang diikat tali plastik.

Di tengah keramaian itu, seorang pria mengenakan rompi merah bernomor 182 terlihat memanggul kardus berisi air mineral di bahunya sambil menarik koper milik seorang penumpang.

Ia adalah Slamet (38), seorang porter yang sudah hampir lima tahun bekerja membantu penumpang membawa barang di stasiun tersebut.

Baca juga: Transjabodetabek Blok M–Bandara Berhenti di Stasiun KA Bandara, Penumpang Lanjut Skytrain

“Kalau lagi ramai ya harus cepat-cepat nawarin penumpang biar pakai jasa kami,” kata Slamet saat ditemui Kompas.com di area keberangkatan, Kamis (12/3/2026).

Menjelang musim mudik Lebaran, aktivitas di stasiun memang meningkat tajam. Arus penumpang yang membawa banyak barang membuat jasa porter kembali ramai digunakan.

Bagi para porter, momen ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan penghasilan lebih. Namun di balik kesibukan itu, pekerjaan mereka tetap bergantung pada jumlah penumpang yang membutuhkan bantuan membawa barang.

Kerja bergilir agar layanan tersedia 24 jam

Slamet mengatakan para porter di stasiun bekerja dengan sistem penjadwalan yang diatur oleh koordinator porter. Sistem ini membuat para porter bertugas secara bergantian.

“Biasanya ada jadwal giliran. Kami kerja sesuai pembagian dari koordinator,” ujar dia.

Dengan sistem tersebut, layanan porter tetap tersedia sepanjang hari bagi penumpang yang membutuhkan bantuan membawa barang.

Menurut Slamet, jumlah porter di Stasiun Pasar Senen cukup banyak sehingga mereka harus berbagi jadwal kerja.

Saat arus penumpang meningkat, seperti menjelang Lebaran, para porter biasanya harus bergerak lebih cepat agar bisa melayani lebih banyak pelanggan. Barang bawaan penumpang yang mereka angkut juga tidak selalu ringan.

“Kadang ada yang bawa kardus besar sekali. Beratnya bisa belasan kilo,” kata Slamet.

Meski begitu, ia mengatakan suasana mudik selalu menghadirkan atmosfer berbeda di stasiun.

“Orang-orang kelihatan senang mau pulang kampung, kami juga senang bisa bantu para pemudik,” ujarnya.

Baca juga: Stasiun KRL Diprediksi Mulai Padat Setelah Pukul 10.00 Saat Libur Lebaran 2026

Tarif jasa porter

Porter lain di Stasiun Pasar Senen, Rohman (41), mengatakan cara penumpang memesan jasa porter kini mulai berubah.

Jika sebelumnya sebagian besar penumpang meminta bantuan porter secara langsung di lokasi, kini ada juga yang memesan melalui aplikasi layanan porter.

“Sekarang sudah ada yang pesan lewat aplikasi juga,” kata Rohman.

Melalui aplikasi tersebut, tarif layanan porter telah ditentukan secara transparan. Menurut Rohman, tarifnya sekitar Rp 38.000 untuk satu kali layanan membawa barang dari area stasiun menuju peron atau sebaliknya.

“Kalau lewat aplikasi sudah ada tarifnya dan nama porternya juga tercatat,” ujar dia.

Pembayaran dari aplikasi tersebut langsung masuk kepada porter yang menerima pesanan. Meski demikian, sebagian penumpang masih memilih memanggil porter secara langsung ketika melihat mereka di area stasiun.

“Masih ada juga yang langsung panggil kalau lihat kami lewat dan biasanya bisa dapat Rp 50.000 sekali angkut,” kata Rohman.

Baca juga: Tiket Kereta Lebaran di Stasiun Gambir dan Senen Tersisa 476.191 Kursi

Penghasilan bergantung jumlah pelanggan

Sebagai porter, penghasilan Rohman tidak tetap karena bergantung pada jumlah penumpang yang menggunakan jasa mereka setiap hari. Dalam satu hari, ia biasanya melayani sekitar tiga hingga lima pelanggan.

Jika sedang ramai, penghasilan harian bisa mencapai sekitar Rp120.000 hingga Rp 200.000. Namun jumlah tersebut tidak selalu sama setiap hari.

“Kalau lagi sepi bisa cuma satu atau dua saja,” ujar Rohman.

Artinya, dalam sehari seorang porter bisa memperoleh penghasilan dari beberapa kali layanan membawa barang penumpang.

Menurut Yudi (39), porter lain di Stasiun Pasar Senen, pekerjaan mereka biasanya lebih ramai menjelang musim mudik Lebaran. Hal ini karena banyak penumpang membawa lebih banyak barang dari biasanya.

“Kalau sudah mau Lebaran biasanya lebih ramai, karena orang mudik bawa barangnya juga lebih banyak,” kata Yudi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mengatakan tidak jarang pemudik membawa beberapa barang sekaligus. Namun tidak semua penumpang menggunakan jasa porter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terpopuler: Skema Penerbangan Jay Idzes Cs untuk Persiapan FIFA Series 2026, Ole Romeny Komentari Jersey Baru Timnas
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Usman Hamid Mengutuk Penyerang Andrie Yunus: Kalian Para Pengecut yang Tak Layak Hidup
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Nasib Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus di Ujung Tanduk, Kapolri Sudah Turun Tangan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenhaj perkuat regulasi haji inklusif bagi lansia hingga perempuan
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
PSSI Pers Merespons Hoaks Cedera Ole Romeny, Minta Fans Setia Timnas Indonesia Percayakan pada Media Tepercaya
• 8 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.