Viral Menu MBG Dinilai Minim, SPPG Mojosongo Buka Suara

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Jakarta 

Foto paket makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beredar di media sosial memicu perbincangan warganet. Dalam unggahan tersebut terlihat satu paket makanan berisi pisang ambon, fish and chips, serta jambu kristal yang dikemas menggunakan plastik.

Sejumlah pengguna media sosial menilai porsi makanan tersebut terlalu sedikit untuk satu kali konsumsi. 

Unggahan itu pun menuai beragam tanggapan, termasuk dari komika Pandji Pragiwaksono yang ikut merespons singkat melalui akun media sosialnya.

“Bro,” tulis Pandji menanggapi foto paket makanan yang viral tersebut.

Menanggapi ramainya pembahasan di media sosial, pihak SPPG Mojosongo memberikan klarifikasi melalui akun resmi mereka. Dalam pernyataannya, SPPG Mojosongo membenarkan bahwa menu yang beredar memang merupakan salah satu paket yang disiapkan dalam program tersebut.

Namun, pihak SPPG menjelaskan bahwa paket yang viral merupakan menu dengan nilai Rp8.000. Selain itu, tersedia pula paket dengan porsi yang lebih besar dengan harga Rp10.000.

“Menu yang beredar di media sosial merupakan paket dengan harga Rp8.000. Kami juga menyediakan pilihan paket dengan porsi lebih besar senilai Rp10.000,” tulis SPPG Mojosongo dalam keterangan yang dikutip, Sabtu, 14 Maret 2026.

SPPG Mojosongo juga menyebut tampilan makanan dalam foto terlihat lebih sedikit karena faktor penyusunan makanan dan proses pengemasan vakum yang membuat tampilannya tidak terlalu menarik secara visual.

“Tampilan makanan dapat terlihat lebih kecil karena proses penataan serta pengemasan vakum, sehingga secara visual terlihat kurang maksimal,” jelas pihak SPPG.

Selain memberikan penjelasan, pihak SPPG Mojosongo juga menyatakan siap melakukan evaluasi. Mereka membuka kemungkinan pemberian kompensasi jika ditemukan ketidaksesuaian antara menu yang disediakan dengan yang diterima penerima manfaat.

Pendataan akan dilakukan melalui penanggung jawab di masing-masing sekolah agar laporan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami siap memberikan kompensasi apabila terdapat ketidaksesuaian pada produk yang diterima oleh penerima manfaat,” tulis mereka.

Di akhir keterangannya, SPPG Mojosongo turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik yang terjadi.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang muncul dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar pelayanan ke depan dapat lebih baik,” demikian pernyataan pihak SPPG Mojosongo.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jenguk Andrie Yunus, Anies dan Novel Baswedan Minta Prabowo Ikut Turun Tangan
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Balas Ribuan Chat Otomatis dengan AI Autoresponder dari Barantum
• 9 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pemudik Mulai Tinggalkan Jakarta, Tol Japek-Trans Jawa Ramai Lancar
• 21 jam laludetik.com
thumb
BJB Raup Minat Investor: Permintaan Sustainability Bond II Naik, Dukung Pembangunan Berkelanjutan
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Stok Beras Nasional Capai 4 Juta Ton, Mentan: Cukup Sampai Akhir Tahun
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.