Purbaya: Harga Minyak di Atas 100 Dolar Tak Selalu Menekan Ekonomi RI

kompas.tv
19 jam lalu
Cover Berita
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan usai menghadiri upacara pelantikan eselon II Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Sumber: ANTARA/Bayu Saputra)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, lonjakan harga minyak dunia hingga di atas 100 dolar AS per barel tidak selalu berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.

Purbaya menyebut, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengelola dampak kenaikan harga energi global melalui kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.

“Jika kita melihat pengalaman Indonesia ketika harga minyak dunia melonjak di atas 100 dolar AS per barel, sering muncul kekhawatiran bahwa ekonomi Indonesia akan mengalami tekanan besar. Namun pengalaman kita selama ini menunjukkan hal yang berbeda,” kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Depan Prabowo, Purbaya Lapor soal Ekonomi Indonesia: Kita Jauh dari Morat-Marit

Ia mencontohkan pada periode 2007–2008 ketika harga minyak melonjak sangat tinggi dan ekonomi global mengalami krisis, Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat.

“Pada periode 2007–2008 ketika harga minyak melonjak sangat tinggi, kondisi ekonomi global memang mengalami krisis. Namun dengan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 4,6 persen,” jelasnya. 

Pengalaman serupa juga terjadi pada 2011 ketika harga minyak dunia kembali berada di kisaran 110–120 dolar AS per barel. Pada periode tersebut, ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh dengan baik.

Baca Juga: Defisit APBN 2026 Berpeluang di Atas 3 Persen, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Purbaya menambahkan, pola yang sama juga terlihat pada masa pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19, ketika harga energi global kembali meningkat namun perekonomian nasional tetap pulih secara bertahap.

“Artinya, jika kita memiliki kebijakan yang tepat—baik dari sisi fiskal maupun moneter—Indonesia memiliki pengalaman dan kemampuan untuk mengelola dampak kenaikan harga minyak global terhadap perekonomian,” terangnya. 

Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • purbaya yudhi sadewa
  • harga minyak dunia
  • harga minyak 100 dolar
  • menteri keuangan
  • ekonomi indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Thom Haye Tinggalkan Persib, Bojan Hodak Bilang Begini
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
AWG Serukan Aksi Bela Al-Aqsa dan Palestina di Depan Kedubes AS
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kedubes Iran Dikecam Publik Akibat Memposting Candaan saat Kapal Thailand Kena Serangan di Selat Hormuz
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bupati Cilacap Diduga Peras Satker hingga Rp750 Juta untuk THR Pribadi, KPK Ungkap Sudah Terjadi Sejak 2025
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen Berbagi Ramadan 2026! Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Lansia dan Panti Sosial
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.