Operasi Ketupat Tak Hanya Amankan Lalu Lintas

kompas.id
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Operasi Ketupat tahun ini tidak hanya berfokus untuk mengamankan arus lalu lintas, tetapi juga menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri. Di sisi lain, pemerintah memastikan kesiapan simpul transportasi nasional dalam melayani mobilitas masyarakat.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Pol Agus Suryonugroho dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Sabtu (14/3/2026), mengatakan, pihaknya membagi lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan selama Operasi Ketupat 2026. Klaster tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri atau alternatif, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan kawasan wisata yang diprediksi aktivitasnya akan meningkat selama libur Lebaran.

“Operasi Ketupat bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi bagaimana negara hadir memastikan rangkaian Ramadan, Idul Fitri, hingga aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” kata Agus.

Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Polri juga menyiapkan skenario pengamanan pada sejumlah titik yang diperkirakan menjadi pusat pergerakan masyarakat selama masa mudik. Berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau sistem lawan arah dan one way atau satu arah telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur utama.

Kepala Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigadir Jenderal (Pol) Tjahyono menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat selama masa mudik. Informasi yang cepat dan tepat diharapkan dapat membantu pemudik menentukan rute perjalanan serta mengantisipasi potensi kepadatan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline Polri di nomor 110 apabila membutuhkan bantuan petugas selama mudik. Polri berharap, melalui kesiapan personel, pos pengamanan, serta koordinasi dengan berbagai pihak, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Saat berkunjung ke Pelabuhan Merak, Banten pada Jumat, Kepala Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sosialisasi pembelian tiket secara daring agar lebih masif. Menurut dia, langkah ini menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasional dan mengurangi potensi antrean kendaraan di pelabuhan selama periode mudik.

Kesiapan simpul transportasi

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah terus memastikan seluruh simpul transportasi nasional dalam kondisi siap melayani mobilitas masyarakat yang diprediksi akan meningkat. Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian yakni lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni yang menjadi jalur vital setiap tahunnya dalam menghubungkan jutaan pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Untuk memastikan kesiapannya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno berkoordinasi lintas sektor agar penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, dan terkendali. Koordinasi dilakukan bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Direktur Utama ASDP Heru Widodo, serta Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse.

Baca JugaLalu Lintas Data Diprediksi Naik Selama Mudik, Lampung Jadi Titik Krusial

Pratikno menjelaskan, pemerintah telah memetakan potensi pergerakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026, termasuk estimasi puncak arus mudik dan arus balik. Dengan rentang waktu libur yang cukup panjang, pemerintah berharap distribusi perjalanan masyarakat dapat lebih merata sehingga kepadatan dapat diminimalkan.

Dalam rapat tersebut, Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan pengawasan ketat pada periode arus puncak. Seluruh pihak diminta berkomitmen menjalankan kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kelancaran angkutan Lebaran.

Jalan nasional Banten

Secara terpisah, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Banten dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU telah menyelesaikan berbagai pekerjaan preservasi jalan sebelum batas waktu yang ditentukan untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan penyeberangan Merak–Bakauheni.

“Seluruh pekerjaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas, kami targetkan selesai sebelum H-10 Lebaran. Dengan begitu, badan jalan sudah bersih dari alat berat maupun material sehingga masyarakat dapat memanfaatkan jalan nasional secara optimal selama periode mudik,” kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Baca JugaSurvei Litbang Kompas: Mudik Lebaran, antara Optimisme dan Kekhawatiran Masyarakat

Kepala BPJN Banten Primawan Avicenna menyampaikan bahwa secara umum kondisi jaringan jalan nasional di Provinsi Banten sepanjang 560 kilometer berada dalam kondisi baik dengan tingkat kemantapan mencapai 96 persen. Beberapa pekerjaan fisik yang sebelumnya masih berjalan, saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir.

BPJN Banten tetap menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi kerusakan akibat cuaca ekstrem. Penanganan cepat akan dilakukan melalui metode Tambalan Cepat Mantap (TCM) menggunakan material campuran beraspal panas yang mengandung Asbuton dan bahan tambahan lain (CPHMA) dengan dukungan peralatan di lapangan.

Kementerian PU juga menyiagakan delapan posko Lebaran di sepanjang jalan nasional di Banten yang akan beroperasi selama masa mudik untuk membantu pengguna jalan. Sebagai salah satu gerbang utama menuju Pulau Sumatera, arus kendaraan di Banten diperkirakan meningkat signifikan terutama menuju tiga pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).

Sejumlah skenario pengaturan lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, seperti pengaturan akses utama menuju Pelabuhan Merak dari pintu keluar tol di Kilometer (KM) 98. Apabila terjadi antrean panjang, kendaraan akan diarahkan melalui Simpang Gerem menuju jalur arteri untuk mengurai kepadatan.

Baca JugaTim Tanggap Darurat Dikerahkan untuk Perbaiki Potensi Kerusakan Jalan Selama Mudik

Dalam kondisi tertentu seperti cuaca buruk yang menghambat proses bongkar muat kapal, kepolisian menerapkan delaying system dengan mengalihkan arus kendaraan secara bertahap menuju Simpang Susun Cilegon Barat hingga Simpang Susun Cilegon Timur.

Kementerian PU juga mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama periode mudik, antara lain kawasan akses menuju Pelabuhan Merak – Kota Cilegon, Simpang Gerem – Jalan Arteri Cilegon, akses menuju Pelabuhan Ciwandan, dan ruas Serang – Cilegon yang merupakan koridor utama distribusi kendaraan dari Jakarta menuju pelabuhan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JK Duga Teror Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus Berkaitan dengan Kegiatannya
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Komisi III Kawal Kasus Penyerangan ke Aktivis KontraS
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Makan Satu Pisang Setiap Hari, Sehat Gak?
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PKB Hormati Proses Hukum Usai Bupati Cilacap Kena OTT KPK
• 18 jam laludetik.com
thumb
Cek Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 15 Maret 2026, Segera Perpanjang sebelum Libur Lebaran
• 28 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.