Pelangsiran Solar Subsidi dari Bulukumba ke Makassar, HMI Desak Polda Sulsel Usut Mafia BBM

harianfajar
20 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, TAKALAR – Dugaan praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali menjadi sorotan di Sulawesi Selatan. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan petani di Kabupaten Bulukumba diduga dialihkan dan didistribusikan ke Kota Makassar oleh pihak-pihak tertentu.

Informasi yang beredar menyebutkan, setiap hari puluhan ton solar subsidi diangkut menggunakan mobil tangki berkapasitas sekitar 10 ton. BBM tersebut diduga diberangkatkan dari Bulukumba menuju Makassar dengan melintasi sejumlah kabupaten di wilayah selatan Sulsel.

Ketua Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Syarif, meminta aparat kepolisian segera bertindak tegas terhadap dugaan praktik mafia BBM tersebut.

“Kami mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk memerintahkan jajarannya mengusut tuntas dugaan pelangsiran BBM subsidi ini dan menangkap pihak-pihak yang terlibat,” kata Syarif dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Ia mengungkapkan, kendaraan pengangkut solar subsidi yang diduga milik PT Ronald Jaya Energi disebut bebas melintas dari Bulukumba hingga Makassar tanpa hambatan. Rute perjalanan mobil tangki tersebut disebut melewati wilayah Bantaeng, Jeneponto, Takalar hingga Kabupaten Gowa.

Syarif juga menduga ada pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut sehingga distribusi solar subsidi bisa berjalan lancar.

“Kalau tidak ada penindakan tegas dari aparat penegak hukum, kami siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk meminta perhatian pimpinan Polri,” tegasnya.

Sementara itu, seorang sopir mobil tangki milik PT Ronald Jaya Energi bernama Muhammad Abner mengakui dirinya mengangkut solar dari wilayah Bulukumba. Ia mengemudikan kendaraan bernomor polisi DD 8120 WZ.

Abner menjelaskan bahwa BBM tersebut diperoleh dari pelangsir di kawasan Tana Beru, Kecamatan Bulukumpa, lalu dibawa menuju wilayah Parangloe di Makassar.

“Saya ambil dari pelangsir di Tana Beru Bulukumpa lalu dibawa ke Parangloe,” ujarnya saat ditemui di Takalar, Jumat malam (13/3/2026).

Namun Abner mengaku baru pertama kali mendapatkan tugas tersebut dari perusahaan. Ia juga menyebutkan bahwa ada sejumlah kendaraan tangki milik perusahaan yang beroperasi.

Dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi ini kini menjadi perhatian publik. Sejumlah aktivis berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah terjadi praktik penyimpangan yang merugikan masyarakat kecil, khususnya para petani. (mgs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Lebaran, Forkopimda Kepri Pastikan Kesiapan Pelabuhan Batam
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
BMKG Ungkap Cuaca dan Kondisi Perairan di Selat Sunda Kondusif saat Mudik Lebaran 2026
• 1 jam laluokezone.com
thumb
BNI Dorong Investasi Sukuk Ritel, Beli SR024 di wondr Berpeluang Dapat Cashback Rp 29 Juta
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Konflik Timur Tengah Tekan Mata Uang, Jepang-Korsel Siap Intervensi Pasar Valas
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Tegaskan Semua Kekayaan Alam Milik Bangsa, Bukan Pengusaha!
• 21 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.