Trump Klaim Hajar Pulau Kharg Iran: Suatu Pemboman Paling Hebat di Timur Tengah

kumparan.com
20 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan militer AS telah membombardir sejumlah target di Pulau Kharg, pulau yang menjadi pusat utama ekspor minyak Iran, pada Jumat (14/3).

Serangan Komando Pusat AS itu disertai peringatan dari Trump bahwa infrastruktur minyak di pulau tersebut bisa menjadi target berikutnya jika Iran mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

“Komando Pusat AS melaksanakan salah satu serangan pengeboman paling hebat dalam sejarah Timur Tengah, dan sepenuhnya menghancurkan setiap target militer di 'permata mahkota' Iran, Pula Kharg,” tulis Trump di platform Truth Social.

Meski begitu, Trump mengatakan pihaknya sengaja tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau tersebut.

“Saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran atau siapa pun melakukan sesuatu yang mengganggu jalur pelayaran yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,” lanjutnya.

Menurut kantor berita AFP, selama ini AS dan Israel disebut berhati-hati terkait kemungkinan serangan terhadap pulau tersebut. Namun sejumlah pejabat pemerintahan Trump dilaporkan sempat menyebut opsi merebut Pulau Kharg masih terbuka di tengah konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah.

Pulau Kharg berada sekitar 30 kilometer dari daratan utama Iran dan menjadi pusat vital industri minyak negara tersebut. Menurut catatan JP Morgan, sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui pulau itu.

Para analis menilai setiap serangan langsung terhadap Kharg Island dapat memicu dampak besar di kawasan.

“Serangan langsung akan segera menghentikan sebagian besar ekspor minyak mentah Iran dan kemungkinan memicu pembalasan besar di Selat Hormuz atau terhadap infrastruktur energi di kawasan,” tulis JP Morgan dalam analisisnya, dikutip AFP.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan Iran dilaporkan telah membuat lalu lintas kapal di Selat Hormuz hampir terhenti. Jalur laut itu biasanya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Serangan tersebut juga berdampak pada fasilitas energi di sejumlah negara Teluk.

Dalam laporan Reuters, Trump menyebut Angkatan Laut AS akan segera mulai mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz guna memulihkan kembali jalur ekspor minyak.

Pulau Kharg sendiri mulai berkembang pesat sebagai pusat ekspor minyak Iran pada 1960-an hingga 1970-an, ketika sebagian besar garis pantai Iran terlalu dangkal untuk disandari kapal tanker raksasa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Musnahkan Barang Bukti, Otmilti II Jakarta: Penegakan Hukum Transparan dan Akuntabel
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Minyak Brent Melonjak ke USD103,69 per Barel, WTI USD99,31 per Barel
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perkembangan Kapal Pertamina di Timur Tengah, Energi Nasional Aman
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Honor Siapkan HP Flagship Baterai 8.000 mAh dan Seri Murah 10.000 mAh
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cerita Ibu Penjual Candil Untung Rp20 Ribu Tapi Sering Diutangin, Tak Sangka Bertemu Kang Dedi Mulyadi Diberi Uang
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.