Pulau Kharg Dibombardir, Iran Ancam Serang Infrastruktur Minyak AS

detik.com
21 jam lalu
Cover Berita
Teheran -

Angkatan Bersenjata Iran mengancam akan menyerang infrastruktur minyak terkait Amerika Serikat (AS), setelah Presiden Donald Trump mengatakan pasukan Washington telah membombardir Pulau Kharg, yang menangani hampir seluruh ekspor minyak mentah Teheran.

Markas Besar Pusat Al-Anbiya pada militer Iran, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3/2026), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa infrastruktur minyak dan energi milik perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan AS akan "segera dihancurkan dan diubah menjadi timbunan abu" jika fasilitas energi Iran diserang.

Pernyataan itu, yang dilaporkan oleh kantor berita Fars dan Tasnim, merupakan "respons terhadap pernyataan" yang disampaikan Trump sebelumnya, soal serangan AS telah "menghancurkan" target-target militer di Pulau Kharg.

Baca juga: Trump Klaim AS Bom Pulau Kharg Iran: Serangan Paling Dahsyat

Trump, dalam pernyataannya, juga mengancam akan menyerang infrastruktur minyak yang ada di Pulau Kharg, jika Teheran tidak mengizinkan kapal-kapal melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dan penting yang biasanya dilalui seperlima dari total minyak mentah dan gas alam cair global.

"Komando Pusat Amerika Serikat telah melancarkan salah satu serangan pengeboman paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target MILITER di permata mahkota Iran, Pulau Kharg," klaim Trump dalam pernyataan via Truth Social pada Jumat (13/3).

"Saya telah memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran atau siapa pun melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkannya kembali," cetusnya.

Selat Hormuz ditutup sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, yang membuat konflik semakin meluas.

Baca juga: Perang Memanas, Trump Ancam Luluh Lantakkan Total Rezim Iran




(nvc/imk)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fadia Arafiq Bantah Kena OTT: Saat Itu Tak Ada Transaksi
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
AS Gempur Kharg Island, Pulau Minyak Strategis Iran Dibombardir Saat Perang Memanas
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
KEK Batang-Jasamarga hadirkan rest area pemandangan laut untuk pemudik
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Pemuda Meninggal Kecelakaan di Balongbendo, Kendaraan yang Terlibat Kabur
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam saat Nyepi 2026, Akses Darurat Tetap Dibuka
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.