Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati tengah jadi sorotan publik usai menggelar buka bersama (bukber) mewah dengan tema Bollywood.
Kegiatan bukber mewah tersebut dinilai kurang sensitive terhadap kondisi publik saat ini.
Usai viral di media sosial, Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
Fenny menerangkan bahwa kegiatan bukber tersebut merupakan forum koordinasi strategis yang dilakukan di luar jam kerja untuk mempercepat program-program prioritas daerah.
- tangkapan layar instagram fakta indo
Selain itu, Sekda Sidoarjo juga menegaskan kalua kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD.
"Kami perlu sampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD. Acara ini murni merupakan momentum silaturahmi di bulan suci Ramadhan yang kami manfaatkan untuk penguatan percepatan program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) terkait perbaikan jalan di Sidoarjo, serta koordinasi teknis persiapan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) bagi warga," jelas Fenny, dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu (13/3/2026).
Fenny menyadari video tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan kurang menunjukkan empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
"Sebagai pelayan publik, kami seharusnya lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitas, terutama di tengah situasi yang dirasakan warga," ungkapnya.
Menurutnya, kritik dari masyarakat akan menjadi pengingat keras bagi seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo.
"Kepercayaan masyarakat adalah aset terpenting bagi kami. Masukan ini menjadi modal berharga bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan bahwa dedikasi kami tetap selaras dengan harapan warga Sidoarjo," pungkasnya.
Masyarakat yang kadung kesal dengan video bukber dengan tema Bollywood tersebut menanggapi permohonan maaf Sekda Sidoarjo dengan negatif.
- instagram Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati
"Tolong segara diaudit!," komentar @omah dengan me-mention akun Instagram KPK.
"Bukan soal pakai APBD atau tidak. Tapi soal NIR EMPATI sbg pejabat," kata @kang.




