Gunung Bromo Ditutup Sementara Saat Nyepi 2026, Wisata Dibuka Kembali 21 Maret

kumparan.com
21 jam lalu
Cover Berita

Kawasan wisata di Gunung Bromo akan ditutup sementara selama dua hari untuk menghormati perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2026. Penutupan ini diberlakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang menjalankan ritual keagamaan tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, menyampaikan bahwa penutupan kawasan wisata dilakukan secara penuh selama dua hari.

"Kami menutup kawasan Bromo pada 19-20 Maret 2026 (Hari Suci Nyepi) itu dilakukan full ya. Untuk pembukaan kembali pada 21 Maret 2026,"kata Septi, seperti dikutip dari Antara.

Berdasarkan informasi dari pengelola taman nasional, akses wisata ke Gunung Bromo akan dihentikan mulai pukul 00.00 WIB pada 19 Maret 2026. Kawasan tersebut kemudian dijadwalkan kembali dibuka pada 21 Maret 2026 pukul 12.00 WIB.

Penutupan ini dilakukan untuk menjaga kekhusyukan perayaan Nyepi. Pengelola kawasan tidak ingin aktivitas pariwisata mengganggu suasana sakral yang dijalankan oleh umat Hindu selama hari suci tersebut.

Selain itu, pengelola juga telah menyiapkan rencana operasional menghadapi lonjakan wisatawan pada masa libur Lebaran. Jika Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, kawasan Bromo kemungkinan hanya akan dibuka setengah hari setelah pelaksanaan Salat Id. Namun, jadwal ini masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan tanggal Idul Fitri.

Pihak TNBTS juga telah melakukan berbagai persiapan menjelang libur Lebaran. Langkah tersebut meliputi peningkatan pengawasan kawasan, pemeriksaan fasilitas umum, hingga koordinasi dengan aparat keamanan, seperti TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

Selama periode libur Lebaran 2026, kawasan Gunung Bromo diperkirakan akan dikunjungi sekitar 5.000 wisatawan.

Sementara itu, salah satu destinasi di dalam kawasan taman nasional, yakni Ranu Regulo, masih ditutup sementara akibat cuaca ekstrem. Pembukaan kembali danau tersebut akan dilakukan setelah kondisi dinilai aman bagi wisatawan.

Menurut pihak pengelola, penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi, karena banyaknya pepohonan di sekitar lokasi yang berpotensi tumbang saat cuaca buruk. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Optimalkan PAD, Bapenda Lutra Tertibkan Reklame yang tidak Memiliki Izin
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Sampah Setinggi 1 Meter Membeludak di TPS3R Taman Sari Jakbar, Jalanan Menyempit
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Lebanon dan UNIFIL
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Presiden Prabowo Ingatkan Dampak Konflik Global, Siapkan Langkah Proaktif dan Efisiensi Nasional
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini 14 Maret 2026, Magrib Jam Berapa?
• 13 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.