Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurai potensi kepadatan pada jalur penyeberangan selama arus mudik Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Menurut Listyo Sigit, pemerintah telah menyiapkan sejumlah pelabuhan cadangan untuk membantu mengurangi penumpukan penumpang dan kendaraan pada jalur utama penyeberangan.
“Pelabuhan-pelabuhan cadangan kita hidupkan sehingga dapat mengurangi potensi penumpang di jalan dan mempercepat proses penyeberangan,” ujar Sigit.
Selain itu, pengaturan waktu bongkar muat kapal juga dilakukan secara ketat agar proses penurunan penumpang tidak memakan waktu terlalu lama.
“Khususnya saat kapal menurunkan penumpang, kita atur waktunya agar tidak lebih dari satu jam,” katanya.
Baca Juga
- Kapolri Kerahkan 161.000 Personel untuk Amankan Mudik Lebaran 2026
- 3.000 Peserta Mudik Gratis 2026 Diberangkatkan dari Terminal Leuwipanjang
- Pelindo Proyeksikan Jumlah Pemudik Melalui Pelabuhan Benoa Menurun
Kapolri juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung pada jalur penyeberangan di Pelabuhan Merak pada Jumat pagi.
Dari hasil pemantauan tersebut, terdapat potensi peningkatan aktivitas angkutan Lebaran dibandingkan periode sebelumnya.
“Prediksi angkutan Lebaran menunjukkan peningkatan trip sekitar 6%, penumpang 9,4%, dan kendaraan 9,3%,” ujarnya.
Menurut Sigit, data tersebut menunjukkan bahwa meskipun survei awal memperkirakan adanya penurunan pergerakan masyarakat, kondisi di lapangan justru sering menunjukkan tren peningkatan.
“Secara survei memang disebut menurun, tetapi faktanya di lapangan sering terjadi peningkatan,” katanya.
Sementara itu, Kapolri menyebut kondisi arus kendaraan di wilayah Lampung relatif lebih mudah dikendalikan dibandingkan di sisi Jawa.
Hal tersebut karena wilayah Lampung memiliki lebih banyak ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai rest area bagi pemudik.
“Di Lampung jauh lebih mudah karena banyak wilayah yang bisa digunakan untuk rest area sehingga jalurnya relatif bisa kita kendalikan agar tidak macet,” ujar Sigit.
Dengan berbagai langkah pengaturan tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, khususnya pada jalur penyeberangan Jawa–Sumatra, dapat berjalan lebih lancar dan aman bagi masyarakat.





