Luhut Prediksi Iran Tak Akan Lama Tutup Selat Hormuz, Masih Bergantung Ekspor Minyak

kompas.com
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi Iran tidak akan lama menutup Selatan Hormuz.

Pasalnya, negara itu masih sangat bergantung pada pasokan minyak dan jalur ekspor minyak paling vital tersebut.

Hal ini disampaikan Luhut saat melaporkan dampak peran AS-Iran kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Beberapa Negara Batasi Pembeliaan BBM Akibat Blokade Selat Hormuz, Bagaimana dengan Indonesia?

"Jadi, saya pikir situasinya masih fluktuatif. Tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive, jadi (Selat) Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," kata Luhut, Jumat.

Baca juga: Selat Hormuz Terbukti Jadi Senjata Terampuh Iran, Dunia Kena Guncangan Ekonomi

Ia mengaku masih akan melihat perkembangan dan potensi eskalasi lebih lanjut.

Begitu pun menyiapkan tiga skenario yang berimplikasi pada naik atau turunnya harga minyak dunia.

Kendati demikian ia meyakini Indonesia masih akan baik-baik saja selama libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

"Oleh karena itu, kami datang dengan berbagai skenario dan kita lihat perkembangan dalam satu-dua minggu ke depan. Jadi saya kira selama lebaran saya kira akan semua baik-baik," ucap Luhut.

Adapun skenario pertama yang dipaparkan Luhut, yakni eskalasi konflik yang diprediksi dapat memicu harga minyak dunia melonjak ke angka 110 hingga 150 dolar AS per barrel.

Menurut Luhut, eskalasi dapat terjadi jika Iran melakukan serangan langsung aset Amerika di negara-negara Teluk, penutupan selat Hormuz lebih dari 7 hari yang berimplikasi pada lonjakan premi asuransi serta biaya pengapalan, serangan besar proksi, dan kegagalan total dewan transisi semenjak kematian tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sehingga menciptakan instabilitas.

"Karena mereka (Iran) berharap akan terjadi transisi di Iran. Tapi kalau itu sampai gagal terus, itu juga nggak mudah untuk mengatasinya. Tapi saya tanya dari para mereka, mereka optimis itu akan terjadi, perlu kita cermati saja," tutur Luhut.

Sementara skenario kedua adalah kondisi prolong alias konflik berkepanjangan yang memicu harga minyak dunia berada di kisaran 80-110 dollar AS per barrel.

Kondisi itu dapat terjadi ketika terbatasnya akses Selat Hormuz dengan ancaman berulang, berlanjutnya serangan presisi terbatas, negosiasi berjalan lambat dengan pengetatan sanksi, sementara Iran berhasil memulihkan sebagian kapasitas rudal dan dronenya.

Sedangkan skenario ketiga adalah deeskalasi yang akan menurunkan harga minyak mentah di kisaran 65-80 dollar AS per barrel.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kondisi ini terjadi ketika adanya gencatan senjata yang dimediasi pihak internasional, tidak adanya gangguan distribusi di Selat Hormuz sehingga ekspor minyak Iran ke berbagai negara dapat berjalan normal, dan stabilnya dewan transisi sehingga transisi kepemimpinan terkendali.

"(Dengan) De-eskalasi kami juga akan melihat bahwa (harga minyak mentah) itu akan turun ke 65-80 dolar. Tapi kita semua jangan..., ya hati-hati mengenai hal ini," ujar Luhut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhub sebut program kompensasi becak bantu kelancaran mudik di Jabar
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
BRI Peduli Ajak Warga Bekasi Kelola Sampah dan Selamatkan Lingkungan
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Heboh Pemkab Sidoarjo Bikin Bukber Mewah Bertema Bollywood, Sekda Minta Maaf
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Drama Korea di Netflix yang Mirip Boyfriend on Demand
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Venue Kurang Memadai, PON 2028 NTT-NTB Digelar Sebagian di Jakarta
• 12 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.