PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik nasional dalam kondisi aman dan andal untuk menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Secara nasional, PLN menyiapkan daya mampu pasok pembangkit sebesar 51,61 gigawatt (GW).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan kesiapan sistem kelistrikan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman tanpa gangguan listrik.
“Kami memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak hanya secara agregat nasional, tetapi hingga ke level sistem dan subsistem di berbagai wilayah agar tetap andal selama periode Ramadan dan Idulfitri,” ujar Darmawan.
Darmawan memproyeksikan selama periode siaga Rafi, proyeksi beban puncak diperkirakan mencapai 47,20 GW. Dengan daya mampu pasok yang disiapkan maka tersedia cadangan daya sebesar 4,41 GW atau sekitar 9,3 persen.
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama periode RAFI 2026, PLN menyiagakan sekitar 72 ribu personel yang bertugas di 4.137 posko siaga di seluruh Indonesia.
Para personel tersebut didukung berbagai peralatan operasional, antara lain 2.005 unit genset, 773 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.349 Unit Gardu Bergerak (UGB), 429 unit truk crane, 4.901 mobil operasional, dan 4.594 motor operasional.
Darmawan menambahkan bahwa PLN tidak hanya memastikan kecukupan pasokan listrik secara nasional, tetapi juga memastikan kesiapan operasional di berbagai wilayah, terutama pada pusat-pusat kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Kami memastikan seluruh personel siaga dan infrastruktur pendukung telah dipersiapkan secara optimal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman,” tambah Darmawan.
Selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga memperkuat kesiapan infrastruktur kendaraan listrik seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan mudik.
Pada Idulfitri tahun ini, jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik diproyeksikan mencapai lebih dari 23 ribu kendaraan atau meningkat sekitar 1,6 kali lipat dibandingkan Idulfitri 2025.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PLN menyediakan 1.681 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 994 lokasi sepanjang jalur mudik utama Trans Sumatra–Jawa–Bali. Jumlah ini meningkat sekitar 1,7 kali lipat dibandingkan periode Idulfitri 2025.
Baca Juga: Kementerian ESDM Resmikan Posko Nasional RAFI 2026, PLN Siagakan 72 Ribu Personel
Secara nasional, PLN bersama mitra juga telah menyiapkan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 lokasi strategis di seluruh Indonesia.
“Kami memastikan seluruh infrastruktur pengisian daya siap mendukung kebutuhan pemudik kendaraan listrik, sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman,” jelas Darmawan.
PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU Mobile serta lebih dari 5.000 personel yang bersiaga selama 24 jam untuk memastikan layanan kendaraan listrik berjalan lancar.
Pemudik kendaraan listrik juga dapat memanfaatkan fitur layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile, seperti Trip Planner untuk mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan dan AntreEV untuk memantau antrean pengisian daya secara real time.
“Bagi pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan bantuan, cukup melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau hotline layanan SPKLU melalui nomor WhatsApp 087-77-1112-123 yang dapat diakses selama 24 jam,” tutup Darmawan.





