JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus tudingan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu, Rismon Sianipar, menyampaikan permintaan maaf usai mengajukan keadilan restoratif (restorative justice) atas perkara yang menjeratnya.
Dalam dua hari, Rismon berangkat ke Solo, Jawa Tengah, lalu kembali ke Jakarta untuk menemui Jokowi serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: Jokowi Setujui Restorative Justice untuk Rismon Sianipar, Berkas Segera Diantar ke Polda
Langkah itu dilakukannya untuk menyampaikan permintaan maaf sekaligus sebagai bagian dari upaya penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.
Adapun Rismon dijerat Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE terkait tindakan menghapus, menyembunyikan, atau memanipulasi dokumen elektronik.
Ke rumah Jokowi di Solo
Peneliti forensik digital tersebut menyambangi kediaman Jokowi di Solo pada Kamis (12/3/2026) sore.
Saat tiba, Rismon langsung masuk ke rumah Jokowi untuk mengklarifikasi hasil penelitiannya terkait buku berjudul Jokowi’s White Paper sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
"Ya, kemarin telah datang Pak Rismon Sianipar ke sini, ke kediaman saya. Dan saya menerima permohonan maaf Pak Rismon," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).
Terkait pengajuan restorative justice yang diinginkan pihak Rismon, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasihat hukumnya.
Ia menilai keputusan akhir mengenai penghentian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif merupakan kewenangan penyidik kepolisian.
Ke Istana Wapres Gibran
Keesokan harinya, Jumat (13/3/2026) pagi, Rismon mendatangi Istana Wakil Presiden untuk menemui Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, yang juga merupakan putra Jokowi.
Dari pantauan Kompas.com di lokasi, pertemuan keduanya berlangsung secara tertutup selama sekitar 50 menit, sejak pukul 09.57 WIB hingga 10.50 WIB.
Setelah pertemuan, Gibran mengantar Rismon keluar dari pintu Kantor Wapres sambil berbincang singkat.
Pada momen tersebut, Rismon menyalami tangan Gibran sambil membungkukkan badan.
Suasana antara keduanya tampak akrab dan hangat. Bahkan, Gibran turut merangkul Rismon.