Jangan Khawatir, Pemerintah Tegaskan Cadangan Bahan Bakar Nasional Aman Jelang Idul Fitri

disway.id
23 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah pastikan cadangan energi nasional tetap aman, utamanya menjelang hari raya Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam laporannya pada Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026.

“Jadi kami laporkan Bapak, untuk menyangkut dengan BBM, baik crude, LPG, maupun minyak jadi, untuk menjelang hari raya dan ke depan, insyaallah, bisa kita atasi dengan komunikasi yang baik,” tegas Bahlil.

BACA JUGA:Prabowo Subianto Tegas Soal Kekayaan Alam: Itu Milik Negara, Bukan Pengusaha!

BACA JUGA:Sama-Sama Aktivis, Begini Kata Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto saat Andrie Yunus KontraS Disiram Air Keras

Terkait bahan bakar minyak (BBM), Bahlil menjelaskan bahwa ketersediaan untuk memenuhi kebutuhan nasional saat ini masih berada di atas batas minimal cadangan nasional.

Hal tersebut mencakup berbagai jenis BBM seperti RON 90, RON 92, RON 98, hingga solar dan avtur yang dinilai masih aman dalam beberapa waktu ke depan.

Meskipun demikian, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kedaulatan energi nasional. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui pencampuran biodiesel serta pengembangan kilang minyak dalam negeri.

“Jadi RDMP kita selesaikan, ini cukup membantu kita, Pak. Mengurangi impor bensin kita 5,5 juta ton, sama BBM solar 3,5 juta,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa pengembangan refinery dan kilang dalam negeri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

BACA JUGA:KontraS: Ada Mens Rea di Balik Penyiraman Air Keras pada Andrie Yunus!

BACA JUGA:Wamensos Usulkan Dua Opsi untuk Lahan Sekolah Rakyat Donggala

“Yang pada akhirnya kemudian nanti kalau lifting kita nggak mencapai 1,6 juta, selisih antara kebutuhan crude, dan kemampuan kita lifting itulah yang kita impor,” ujarnya.

Sementara itu, terkait persediaan LPG, Bahlil menuturkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nasional, termasuk melalui diversifikasi negara pemasok LPG.

“Jadi total LPG kita dari 100%, dari 7,6 juta impor, itu 70% kita ambil dari Amerika. 20% dari middle east sisanya dari negara lain seperti Australia. Dengan kondisi sekarang, yang di middle east kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemlu: Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Safari Ramadan di Rappocini, Munafri Tekankan Sinergi Pemerintah dan Warga Bangun Makassar
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya: Sejumlah Indikator Tunjukan Ekonomi RI Tetap Stabil
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Antisipasi Dampak Perang, Pemerintah Malaysia Kaji Penerapan WFH untuk ASN
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Polres Pekalongan Kota Siagakan Tim Urai dan Fasilitas Membatik di Pos Mudik 2026
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.