Hensa Sebut Ahmad Ali Habis Diomelin, Said Didu: Menutupi Borok Makin Sulit

fajar.co.id
8 bulan lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Mantan sekertaris BUMN, Said Didu juga ikut memberikan pernyataan soal klarifikasi dari Ahmad Ali.

Komentar Said Didu ini merupakan komentar yang membalas langsung pernyataan dari Hendri Satrio.

Dimana, Analis Komunikasi Politik itu juga memberikan sorotan tajam ke arah Ahmad Ali usai menyampaikan klarifikasinya.

Hensa menyebut ekspresi yang diperlihatkan oleh Mad Ali seolah pusing dan habis diomelin pimpinan.

“Pusing dia,” tulisnya dikutip Senin (26/1/2026).

“Mungkin abis diomelin, mungkin ya…,” ungkapnya.

Pernyataan ini yang kemudian dibalas oleh Said Didu juga lewat unggahan di media sosial X-nya.

Ia menyebut kemungkinan ada alasan besar yang membuat Mad Ali harus memberikan klarifikasi.

Said Didu menduga salah satu faktor mungkin soal pertahanan untuk menutupi borok yang sangat sulit untuk saat ini.

“Mungkin pertahanan untuk menutupi borok makin sulit ditutupi,” jelasnya.

Klarifikasi Ahmad Ali

Ada dua podcast jadi tempat Ahmad Ali mengungkap kesiapan dari Wakil Presiden (Wapres) RI itu.

Dua podcast itu, secara konsisten membahas hubungan baik antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Jokowi serta kesinambungan kepemimpinan nasional yang saat ini tercermin dalam duet Prabowo, Gibran Rakabuming Raka.

Adapun klarifikasinya soal judul pemberitaan yang beredar berpotensi menimbulkan asumsi berbeda dari isi pembahasan sebenarnya

Karena menurutnya juga, apa yang disampaikan tidak mencerminkan keseluruhan konteks percakapan dari Ahmad Ali.

“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” ujar Ahmad Ali dalam siaran tertulis.

Soal Gibran yang hangat jadi pembahasan, ia menyebut bahwa sosoknya merupakan Wakil Presiden dengan potensi dan kapasitas yang sangat kuat.

“Mas Gibran punya pengalaman, punya akar rumput, dan punya dedikasi kerja. Itu kualitas yang nyata,” ungkapnya.

Ada penekanan, bahwa Prabowo tidak mungkin menggandeng Gibran jika tidak melihat potensi dan kecocokan dalam bekerja untuk bangsa.

“Pak Prabowo tentu tidak akan memilih pendamping yang tidak punya kapasitas. Kalau hari ini Mas Gibran mendampingi beliau, itu karena dinilai mampu dan punya potensi,” sebutnya.

Di klarifikasinya ini, ia tegas mengatakan pembahasan dalam podcast tersebut bukanlah spekulasi politik Pilpres 2029, melainkan penekanan pada fokus kerja pemerintahan ke depan.

“Pak Prabowo ingin bekerja untuk Indonesia. Beliau belum memikirkan 2029. Soal politik ke depan, itu nanti saja kita lihat,” terangnya.

(Erfyansyah/fajar)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
OJK dan SRO Kumpulkan Pelaku Pasar dan Finfluencer untuk Beri Masukan
• 1 menit lalu
0
thumb
BNPB Desak Pelaku Pembakaran Lahan Diusut Tuntas, Kristomei: Percuma Kita Kerja Keras
• 9 jam lalu
0
thumb
Jual kamera milik perusahaan, pria di Kalideres ditangkap polisi
• 5 jam lalu
0
thumb
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Komunitas Ini Himpun Masukan Publik untuk Evaluasi Program Pemerintah
• 5 jam lalu
0
thumb
AC Milan atasi perlawanan Atalanta 3-2
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.